Kompas.com - 07/08/2022, 21:39 WIB

KOMPAS.com - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) memperingati Hari Bermuhammadiyah II pada 6 Agustus 2022 dengan menggelar ceramah kebangsaan bertajuk "Tajdid Politik Untuk Indonesia Beradab dan Bermartabat".

Kegiatan yang diadakan di Mesjid At-Taqwa, Gedung Cendekia UMJ ini bertujuan mempererat silaturrahim sesama warga Muhammadiyah, menumbuhkan rasa cinta, semangat dan syiar Muhammadiyah secara inklusif untuk mendalami ideologi gerakan Muhammadiyah, sekaligus menyongsong Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah ke-48.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMJ Ma’mun Murod menjelaskan, Hari Bermuhammadiyah rutin diselenggarakan UMJ setiap dua bulan sekali.

“Hari Bermuhammadiyah akan menjadi festival bagi warga Muhammadiyah se-Jabodetabek dan menggambarkan suasana meriah dengan kegiatan pengajian dan gerakan sosial lainnya yang dilaksanakan secara bergilir oleh fakultas-fakultas yang ada di lingkungan UMJ," ungkap Rektor UMJ.

Rektor juga menjelaskan, rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di antaranya peluncuran Youth Leader Scholarship (YLS), penandatangan MoU dengan BPJS Kesehatan, bantuan pendanaan fasilitas olahraga oleh Bank Mega Syariah.

Selain itu digelar pula Ceramah Kebangsaan yang disampaikan Arsul Sani (Wakil Ketua MPR RI) dan Prof. KH Abdul Muti (Sekretaris Umum PP Muhammadiyah).

Dalam Ceramah Kebangsaan, Arsul Sani menjelaskan beberapa upaya tajdid politik yang perlu dilakukan.

Pertama, introspeksi dan evaluasi yang terwujud dalam Undang-Undang, kebijakan pemerintah, dan pelaksanaan nyata politik di Indonesia. Kedua, Arsul menyampaikan dalam konteks MPR.

"Upaya untuk mewujudkan beradab dan bermartabat dengan merancang dan mengesahkan GBHN," jelas Arsul Sani. Ia menambahkan, kesadaran akan ideologi dan keagamaan menjadi hal utama yang harus diselesaikan untuk politik Indonesia.

Baca juga: Daftar SBMPTMu 2022, Intip 15 Kampus Muhammadiyah Terbaik Versi UniRank

Selanjutnya, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UMJ, Prof. Abdul Mu'ti yang menyampaikan, bagi Muhammmadiyah dakwah adalah hal penting yang dalam pelaksanaannya memerlukan strategi.

“Strategi dakwah kultural adalah mengajak individu-individu supaya mengedepankaan ajaran islam dan menjadi stimulus yang lain untuk menciptakan perubahan sosial, saya katakan strategi bottom up," ujar Prof. Abdul Muti.

"Dan salah satu yang dilakukan di Muhammadiyah adalah berusaha menyalurkan aspirasi melalui partai dan lembaga negara. Dalam rangka menyongsong Tajdid Politik beradab dan bermartabat, warga persyarikatan Muhammadiyah harus bergaul dan bersosialisasi dengan siapapun dan kelompok apapun”, pesan Abdul Muti.

Hari Bermuhammadiyah II juga dimeriahkan bazaar di depan halaman FISIP UMJ yang diisi produk dari para wirausaha mahasiswa dan penampilan kelompok akustik mahasiswa Pervagatus dari Fisip UMJ.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.