Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/04/2022, 13:36 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Kemajuan teknologi mendorong para ilmuwan untuk terus berinovasi. Salah satunya riset dan kajian bioinformatika.

Tetapi, jauh sebelum meracik obat, ilmuwan harus memahami mekanisme dan proses biologis sel manusia. Dengan itu, dapat ditemukan formula obat yang sesuai dengan kegunaannya.

Terkait hal itu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series 11 bertemakan “Omics and Bioinformatics on Cellular Phenomenon”, Rabu (13/4/2022).

Baca juga: Rektor: Ini Keunggulan Fakultas Kedokteran IPB

Adapun webinar ini membahas riset bioinformatika untuk memahami fenomena seluler. Dengan memahami fenomena seluler, ilmuwan dapat menemukan berbagai fakta menarik hingga obat yang dapat mencegah penyakit degeneratif.

Terlebih penyakit degeneratif dapat memburuk akibat gaya hidup yang kurang sehat.

Menurut Dr. Rika Indri Astuti, Dosen IPB University dari Departemen Biologi FMIPA, salah satu riset bioinformatika terkait fenomena seluler adalah penuaan sel.

"Menjadi tua merupakan hal yang pasti, namun masih ada beberapa hal yang bisa diregulasi agar manusia bisa menua secara sehat (healthy aging)," ujarnya dikutip dari laman IPB.

Ia juga mengatakan, regulasi penuaan sel ini sangat penting untuk mencegah prevalensi penyakit degeneratif dan umumnya terjadi seiring dengan usia yang menua.

Selain itu, perbedaan mendasar antara karakteristik sel muda dan sel tua adalah dapat berfungsi baik dan menanggulangi cekaman.

Terutama ketika mendapat cekaman berupa radikal bebas. Sel tua cenderung tidak tahan atas cekaman tersebut sehingga dapat mengganggu fungsi keseluruhan sel.

Baca juga: 3 Alasan Dokter UGM Sebut Bahaya Rutin Menggunakan Obat Kumur

Penurunan kemampuan sel untuk menghadapi cekaman dikarenakan keterlibatan nitrogen oksida (NO) sebagai molekul sinyal.

"Seiring dengan penambahan usia, tubuh kehilangan kemampuan untuk memproduksi NO. Padahal NO berfungsi penting dalam sistem imun, saraf, dan kardiovaskular," jelasnya.

Sementara, berbagai riset bioinformatika telah dilakukan dengan menggunakan khamir sebagai model sel. Analisis transkripsional pada khamir Schizosaccharomyces pombe relevan untuk riset penuaan sel, yakni dengan perlakuan sumber NO berupa DetaNONOate.

"Penambahan ini dapat menurunkan produksi hidroksil, radikal bebas yang sangat berbahaya bagi sel dan efek ini dapat memperpanjang umur sel," imbuhnya.

Ia menambahkan, analisis genomik juga dilakukan pada beberapa mikroorganisme lain seperti ragi dan bakteri laut.

Adapun bahan-bahan aktif yang terkandung pada mikroorganisme tersebut di-screening dan dilakukan bioassay juga dimanfaatkan potensinya. Potensi fitokimia ini digunakan untuk meregulasi penuaan sel.

Baca juga: Akademisi UGM: Ini Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh

"Selain itu, dapat juga digunakan sebagai antikanker. Berbagai analisis metabolomik sederhana dapat mengungkapkan banyak potensi mikroorganisme yang bermanfaat sebagai agen anti-aging," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com