Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Ketut Edy, Jadi Pengajar Bahasa Bali di University of Wisconsin

Kompas.com - 10/04/2024, 08:03 WIB
Mahar Prastiwi

Penulis

KOMPAS.com - Indonesia mempunyai banyak sekali bahasa daerah. Namun siapa sangka bahwa salah satu bahasa daerah dari Indonesia dipelajari oleh mahasiswa di luar negeri.

Seperti pengalaman yang dirasakan Dosen Politeknik Negeri Bali (PNB) Ketut Edy. Dia merasa bangga bisa menjadi pengajar bahasa Bali di University of Wisconsin, Madison, Amerika Serikat.

"Pengalaman mengajar bahasa Bali di University of Wisconsin ini tidak hanya mengasah kemampuan mengajar saya, tetapi juga membuka mata terhadap keanekaragaman budaya dan bahasa di dunia," terang Ketut Edy seperti dikutip dari laman Direktorat Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Rabu (10/4/2024).

Baca juga: Sosok Yudho, Dosen Berprestasi UNS yang Pernah Jadi Penjual Koran

Perkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia

Menurut Ketut Edy, melalui pengalaman mengajar di University of Wisconsin Madison, ia tidak hanya berbagi pengetahuan tentang bahasa dan budaya Indonesia. Tetapi juga belajar banyak dari interaksi dengan mahasiswa dan staf.

"Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan yang telah memperkaya hidup secara pribadi dan profesional," urainya.

Dia berharap, melalui pengalaman ini, dapat terus berkontribusi dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Bali kepada dunia.

Kesempatan untuk mengajar bahasa Bali di University of Wisconsin sendiri, tidak lepas dari program Southeast Asian Studies Summer Institute (SEASSI) yang pernah ia ikuti pada tahun 2012 lalu.

SEASSI sendiri merupakan program intensif di University of Wisconsin Madison yang menawarkan lingkungan belajar yang ideal bagi mereka yang tertarik pada studi Asia Tenggara.

Awalnya, dia diperkenalkan dengan SEASSI oleh Dr. Amelia, teman dari Australian Indonesian Youth Exchange Program (AIYEP) 98, di sebuah reuni kecil di Bali.

"Dari sana kesempatan untuk mengajar bahasa dan budaya Indonesia terbuka," imbuh Ketut Edy.

Baca juga: Cerita Dina, Lulus S3 dari Unair dengan IPK Sempurna 4,00

Pernah mengajarkan bahasa Indonesia ke mahasiswa Jerman

Ketut Edy menambahkan, pengalaman mengajarkan bahasa Bali dan budaya Indonesia di depan mahasiswa internasional sebenarnya bukan kali pertama. Sebelumnya, Ketut Edy juga sempat mengajar bahasa Indonesia kepada mahasiswa Jerman.

"Jadi, tugas mengajar bahasa Bali bukanlah hal baru bagiku. Sebelumnya, saya telah mengajar bahasa Indonesia kepada mahasiswa magang dari Jerman secara freelance serta mahasiswa Darmasiswa," beber Ketut Edy.

Permintaan dari University of Wisconsin untuk mengajar bahasa Bali merupakan tantangan baru yang dia terima dengan senang hati.

Di University of Wisconsin, Ketut Edy disambut dengan orientasi dan perkenalan dengan guru dan mahasiswa. Selama dua bulan di University of Wisconsin, ia juga terlibat dalam berbagai aktivitas dan tidak hanya fokus pada pembelajaran formal.

Ia terlibat mulai dari pembuatan bahan ajar mandiri hingga tantangan mengaja bahasa Bali sebagai bahasa pengantar.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com