Kompas.com - 16/10/2021, 14:14 WIB
Tampilan awal laman PPPK Guru Kemendikbud gurupppk.kemdikbud.go.idTampilan awal laman PPPK Guru Kemendikbud
|

KOMPAS.com - Pengumuman hasil seleksi kompetensi tahap I Guru Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) telah diumumkan Jumat (8/10/2021) silam.

Selanjutnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) akan segera menggelar rekrutmen Guru PPPK tahap 2 yang dimulai awal November mendatang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Ristek, Nunuk Suryani, mengimbau para guru menggunakan waktu semaksimal mungkin untuk mempersiapkan diri. Ujian seleksi kedua akan datang pada 8 hingga 11 November 2021 mendatang. Sehingga calon peserta bisa menggunakan waktu semaksimal mungkin

"Tidak usah ikut bimbel berbayar. Yang bisa menolong bapak dan ibu guru adalah diri sendiri dengan mempersiapkan diri dan berdoa," kata Nunuk seperti dikutip dari laman Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Ristek, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: Mahasiswa UMM Olah Kulit Kacang Tanah untuk Obat Alternatif Asam Urat

Kesempatan bagi yang belum lulus tahap 1

Seleksi tahap 2, lanjut Nunuk, terbuka bagi para guru untuk berkompetisi seluruhnya. Menurutnya, afirmasi untuk sekolah induk hanya diberikan di ujian tahap 1. Sedangkan ujian tahap 2 sudah terbuka berkompetisi seluruhnya dan dilihat nilai tertingginya.

"Hal ini berlaku baik guru induk atau non-induk, lulusan guru PPG, individu yang memiliki sertifikat guru, dan belum mengajar. Seleksi kedua boleh memilih sekolah lain dan bukan sekolah sendiri tetapi masih dalam satu daerah kewenangan," terang Nunuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nunuk memastikan, mekanisme ujian masih sama dengan seleksi tahap 1. Bagi peserta yang belum maupun sudah lulus melewati Nilai Ambang Batas (NAB) tetapi belum mendapat formasi, bisa mendaftar kemudian memilih formasi lagi di Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Jika yang dipilih mata pelajaran dan jenjang sama, maka nilai yang sudah diperoleh di ujian 1, yang sudah melebihi ambang batas, itu masih bisa digunakan," imbuh Nunuk.

Baca juga: Jaga Kesehatan Mata, Seperti Ini Rekomendasi Screen Time pada Anak

Nunuk menegaskan, untuk mengikuti tahap 2, tetap harus daftar lagi sebagai bukti peserta ujian kedua kemudian akan mendapat lokasi dan jadwal ujian.

"Bagi yang belum lulus (seleksi tahap 1) jangan berkecil hati. Yang lulus sebanyak 173.000, itu baru 35 persen dari formasi yang tersedia. Kami terus berusaha agar 306.000 yang ada terisi semua di seleksi saat ini," beber Nunuk.

Memperjuangkan agar jumlah kelulusan meningkat

Terkait pengumuman hasil seleksi tahap 1, pihak Kemendikbud Ristek ingin mengumumkan sesuai jadwal. Tetapi dari hasil yang diperoleh, jumlah kelulusan jika dilihat pada passing grade yang tertuang pada Peraturan Menteri PAN-RB, tidak cukup banyak. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.