Kompas.com - 27/09/2021, 11:34 WIB
Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMKN 70 Jakarta. Tangkap layar Instagram Dinas Pendidikan DKI JakartaPelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMKN 70 Jakarta.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas juga disertai dengan kekhawatiran munculnya klaster Covid-19 di sekolah.

Namun sejak awal akan dilaksanakan PTM terbatas, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) selalu menekankan pada  kesehatan dan keselamatan semua warga sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana menanggapi beredarnya pemberitaan terkait 25 klaster Covid-19 yang ditemukan selama PTM terbatas dimulai di Jakarta.

Nahdiana menjelaskan, pihaknya telah menelusuri data dari Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Ristek tentang klaster sekolah di DKI Jakarta.

Baca juga: Krim Antijerawat dari Kulit Durian Inovasi Mahasiswa UB

Tidak ada kasus Covid-19 di sekolah

Berdasarkan penelusuran di lapangan, survei yang dilakukan Dirjen PAUD Dikdasmen tersebut adalah survei kepada responden sekolah. Bukan berdasarkan hasil surveilans Dinas Kesehatan tentang kasus positif yang ditemukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Survei tersebut dilaksanakan untuk periode bulan Januari sampai dengan September tahun 2021. Sehingga tidak menggambarkan kasus baru pasca-PTM terbatas dimulai.

"Dari 25 sekolah dinyatakan klaster Covid-19 tersebut, hanya 2 sekolah yang termasuk dalam 610 sekolah yang mengikuti PTM terbatas tahap 1. Dimulai pada tanggal 30 Agustus 2021, yaitu SMP Cindera Mata Indah dan SMKS Yadika 2 Jakarta," papar Nahdiana seperti dikutip dari situs resmi Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Senin (26/9/2021).

Menurut Nahdiana, berdasarkan data di lapangan, sejak dimulai PTM terbatas tahap 1, tidak terdapat kasus Covid-19 di sekolah tersebut. Baik dari peserta didik maupun pendidik dan tenaga kependidikan.

Nahdiana mengungkapkan, yang perlu menjadi perhatian bersama dan diantisipasi adalah bagaimana cara penanganan apabila ditemukan kasus positif selama pelaksanaan PTM terbatas.

Baca juga: Simak Alasan Computer Science Banyak Diminati Calon Mahasiswa

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan ditemukannya kasus Covid-19 pada saat dilaksanakannya PTM terbatas di sekolah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.