Kompas.com - 24/09/2021, 06:03 WIB
Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) mengambil sampel dengan metode swab test di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020). Untuk memutus rantai penularan Covid-19, Genomik Solidaritas Indonesia (GSI Lab) membuka laboratorium tes PCR berstandar Biosafety Level (BSL) 2+. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) mengambil sampel dengan metode swab test di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020). Untuk memutus rantai penularan Covid-19, Genomik Solidaritas Indonesia (GSI Lab) membuka laboratorium tes PCR berstandar Biosafety Level (BSL) 2+.
|

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 belum juga usai. Bahkan tenaga kesehatan masih terus berjuang dalam menangani pasien Covid-19.

Karenanya, alat pelindung diri (APD) selalu dipakai oleh tenaga kesehatan terutama yang harus berinteraksi langsung dengan pasien Covid.

Terkait hal itu, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat desain alat yang dapat mensterilisasi baju hazmat secara lebih efisien dan juga aman, bernama EVIC-STRUM.

Baca juga: Keren, Mahasiswa IPB Inovasi Alat Pemotong Kacang Tanah Tercepat

Melansir laman UB, Kamis (23/9/2021), alat itu dibuat dengan konsep inovasi berupa pemanfaatan teknologi Pulsed Electric Field (PEF) sebagai sterilisator yang umumnya sering digunakan pada proses pengolahan industri susu sapi dan minuman olahan buah.

EVIC-STRUM dilengkapi dengan penggunaan lampu Ultraviolet-C (UV-C) pada bagian penyimpanan sebagai supporting sterilization.

Adapun komponen alat terdiri dari dua bagian utama. Bagian pertama adalah reactor chamber sebagai wadah utama sterilisasi baju hazmat dengan metode wet sterilization non thermal yang memanfaatkan larutan garam sebagai mediator penghantar listrik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan bagian kedua merupakan UV-C Storage berfungsi sebagai tempat penyimpanan sekaligus pengeringan dari baju hazmat yang telah melewati proses sterilisasi pada reactor chamber.

Para mahasiswa UB itu ialah Wahyu Dwi Ristianingrum (FTP), Lucky Candra (FTP), Nazhif Ubaidillah (FTP), dan Primus Muhammad Ihza Kusuma (FK).

Baca juga: Ini Deterjen Ramah Lingkungan Inovasi Mahasiswa UGM

Menurut salah satu perwakilan tim Wahyu Dwi Ristianingrum, UV-C Storage tidak hanya dilengkapi dengan lampu ultraviolet-C tapi juga terdapat kipas filter untuk membantu proses pengeringan dari baju hazmat.

Secara garis besar, EVIC-STRUM telah berhasil direalisasikan dan diinstrumentasikan. Alat tersebut juga telah melewati beberapa rangakaian tahapan dan uji coba, hingga menghasilkan data efektivitas efisiensi sebesar 86 persen dengan daya 110 watt.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.