Kompas.com - 23/09/2021, 21:49 WIB
Bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh melalui Kepala Bidang GTK dan Kelompok Kerja Kepala SD Kota Banda Aceh, SD Fatih Bilingual School menjadi tuan rumah pelaksanaan Studi Banding Best Practice Pembelajaran Abad 21 pada 13-18 September 2021. DOK. FATIH SCHOOLBersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh melalui Kepala Bidang GTK dan Kelompok Kerja Kepala SD Kota Banda Aceh, SD Fatih Bilingual School menjadi tuan rumah pelaksanaan Studi Banding Best Practice Pembelajaran Abad 21 pada 13-18 September 2021.

KOMPAS.com - Masa pandemi tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir. Pendidikan juga tidak dapat dipastikan akan kembali persis seperti sebelum pandemi datang. Kondisi ini telah mengubah praktik pendidikan dengan begitu cepat.

Seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan baik guru, siswa, dan orang tua dihadapkan pada suatu tantangan yang terus meningkat dari hari ke hari.

Tantangan ini kemudian tidak boleh menjadi alasan untuk menghindar dan mundur dari perkembangan praktik pendidikan yang ada, akan tetapi kita justru harus siap menerobos semua tantangan tersebut dengan pembelajaran tiada henti.

Terpanggil menjawab tantangan tersebut, Fatih Bilingual School memberikan dukungan dalam proses mencari strategi yang tepat dalam proses pembelajaran jarak jauh.

Bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh melalui Kepala Bidang GTK dan Kelompok Kerja Kepala SD Kota Banda Aceh, SD Fatih Bilingual School menjadi tuan rumah pelaksanaan Studi Banding Best Practice Pembelajaran Abad 21.

Kegiatan Best Practice ini dilaksanakan secara luring selama satu minggu, 13-18 September 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan mengundang seluruh SD, baik negeri maupun swasta, di lingkup Disdikbud Kota Banda Aceh yang terbagi dalam 15 gugus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Guru perlu didorong untuk terus belajar karena sejak pandemi pendidikan/proses pembelajaran tidak lagi dapat disamakan seperti dulu, sekalipun sekolah kembali dibuka dengan tatap muka terbatas," jelas Riza Emilia, Kepala SD Fatih Bilingual School kepada Kompas.com (23/9/2021).

Riza Emilia menambahkan, "guru harus selalu siap memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik dengan metode yang beragam, yang efektif, dan dalam kondisi apapun, pendidikan harus berlanjut."

Baca juga: Kreatif, Mahasiswa UNS Ciptakan Media Pembelajaran bagi Anak Tunanetra

Berbagi praktik baik pembelajaran

Dalam "Studi Banding Best Practice Pembelajaran Abad 21", setiap harinya 3 gugus secara bergiliran hadir ke Fatih Bilingual School sesuai dengan jadwal telah ditentukan.

Berbagai topik diskusi dibahas di antaranya: Proses Pembelajaran 4.0 di Fatih Bilingual School, Web/Aplikasi Pembelajaran Daring Interaktif, dan Apa itu Hybrid Learning?

Enam guru SD Fatih Bilingual School menjadi pembicara yang berbagi pada Best Practice kali ini. Nama-nama pembicara tersebut adalah sebagai berikut:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.