Kompas.com - 10/09/2021, 12:20 WIB
Program Penguatan Kapasitas Jaringan Advokasi di Asia Tenggara, yang berjalan serentak di 7 negara 9/9/21. DOK. PPDIProgram Penguatan Kapasitas Jaringan Advokasi di Asia Tenggara, yang berjalan serentak di 7 negara 9/9/21.

KOMPAS.com - Jumlah penyandang disabilitas dunia menurut World Health Organization (WHO) mencapai 15 persen dari total jumlah penduduk dunia.

Sementara di Indonesia menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik (Susenas BPS) 2018 terdapat 14,2 persen penduduk Indonesia atau 30,38 juta jiwa yang menyandang disabilitas.

Secara global para penyandang disabilitas ini sangat rentan berada dalam kemiskinan akibat dari terbatasnya akses terhadap pendidikan yang berpengaruh terhadap kesempatan kerja layak.

Terkait hal itu, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), payung organisasi sosial penyandang disabilitas di 7 negara, menggelar webinar “Pemenuhan Hak atas Pekerjaan yang Layak bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia” Kamis, 9 September 2021 di Jakarta. 

Baca juga: Webinar UGM: Risma Prioritaskan Penyandang Disabilitas Terima Vaksin

Kesenjang pendidikan berdampak di dunia kerja

Data terbaru dari kajian terhadap indikator kesejahteraan rakyat yang dipublikasikan BPS pada tahun 2020, menunjukan masih terjadi kesenjangan pendidikan antara penyandang disabilitas dan non-disabilitas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketimpangan terjadi semakin dalam seiring dengan semakin tingginya jenjang pendidikan.

Tahun 2019, persentase anak 16-18 tahun baik disabilitas maupun non disabilitas yang mengikuti pendidikan SMA/sederajat mencapai 72,36 persen. Namun hanya sekitar 43,61 persen anak penyandang disabilitas mempunyai peluang sampai kejenjang pendidikan ini.

Rendahnya akses pendidikan penyandang disabilitas ini berdampak langsung terhadap kesempatan kerja.

Hingga saat ini kesempatan penyandang disabilitas dalam mengakses pekerjaan di sektor formal masih menghadapi tantangan dan permasalahan, baik dari sisi internal penyandang disabilitas sendiri maupun dari eksternal berupa diskriminasi ketenagakerjaan.

Hal ini mengakibatkan rendahnya partisipasi penyandang disabilitas dalam dunia kerja. Kondisi ini mendorong penyandang disabilitas lebih banyak bekerja disektor informal yang saat ini lebih rentan terpuruk lebih dalam secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.