Kompas.com - 13/08/2021, 05:17 WIB
Ilustrasi kanker Bet_NoireIlustrasi kanker
|

KOMPAS.com - Di Indonesia, prevalensi penderita kanker payudara masih cukup tinggi. Yakni sebesar 0,5 persen. Bahkan tingkat keberhasilan pengobatannya masih rendah.

Data Riskesdas 2018 menunjukkan estimasi jumlah penderita kanker payudara terbanyak terdapat di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Demikian diungkapkan Rifki Febriansah, S.Farm., M.Sc., Apt., saat menjalani ujian terbuka program promosi Doktor Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM secara daring, Rabu (11/8/2021).

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata Saat Pandemi dari Akademisi UGM

Menurut Rifki, tingkat keberhasilan pengobatan kanker hingga saat ini masih rendah. Hanya sekitar 30 persen pasien kanker yang berhasil sembuh ketika menjalani pengobatan.

Di antara masalah utama dalam pengobatan kanker adalah timbulnya resistensi sel kanker terhadap antikanker yang tersedia dan munculnya efek samping yang serius akibat target aksi antikanker yang tidak spesifik.

Sebagian besar antikanker juga menyerang sel normal yang berdampak timbulnya efek samping tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Usaha menemukan antikanker baru yang sensitif dengan target aksi yang spesifik dengan demikian sangat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker," ujarnya seperti dikutip dari laman FK-KMK UGM, Kamis (12/8/2021).

Lebih lanjut, Rifki mengatakan bahan alam hingga saat ini masih menjadi tumpuan para peneliti untuk menghasilkan antikanker baru.

Di antara bahan alam tersebut, mikroorganisme terutama Aktinomisetes merupakan sumber molekul baru antikanker yang potensial.

Baca juga: Webinar UGM: Ini Pentingnya Vaksinasi Covid Ibu Hamil dan Anak

Ribuan senyawa telah berhasil diisolasi dari Aktinomisetes dan dikembangkan menjadi antibiotik, antiparasit, antivirus dan insektisida.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.