Kompas.com - 16/07/2021, 18:00 WIB
Para siswa baru SMPN 1 Pandak Bantul DIY saat ikut MPLS Tahun Pelajaran 2021/2022. DOK.SMPN 1 Pandak BantulPara siswa baru SMPN 1 Pandak Bantul DIY saat ikut MPLS Tahun Pelajaran 2021/2022.

KOMPAS.com - Memasuki tahun ajaran baru, sekolah biasanya menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sesuai dengan Permendikbud No.18 Tahun 2016 mengenai Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Peserta Didik Baru.

Meski begitu, ada sejumlah sekolah yang masih belum melaksanakan MPLS karena situasi yang tak memungkinkan di tengah pademi.

Agar MPLS berjalan aman dan nyaman, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengingatkan agar sekolah dapat mengenal potensi siswa baru, membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, di masa pengenalan tersebut.

Baca juga: Empat Lokasi Wajib Prokes Selama Sekolah Tatap Muka

MPLS sendiri dilaksanakan dalam waktu paling lama 3 hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran dan hanya dilaksanakan pada jam pelajaran di hari sekolah.

Dalam pelaksanaannya, MPLS hanya dikelola oleh guru atau tenaga kependidikan yang relevan tanpa melibatkan siswa senior atau alumni dan melarang terjadinya perpeloncoan yang mengarah pada tindak kekerasan.

Selain itu, pihak sekolah juga dilarang memberikan tugas yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di masa pandemi seperti sekarang ini, MPLS dapat diselenggarakan secara virtual dengan memanfaatkan berbagai platform video konferensi terutama bagi sekolah yang belum diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Sedangkan bagi sekolah yang berada di zona hijau dan kuning, dapat menyelenggarakan MPLS secara luring tanpa tatap muka maupun dengan tatap muka namun tetap memperhatikan protokol kesehatan 5M.

Baca juga: Siswa Penerima KIP, Kemendikbud Ristek Perbarui Skema Penyaluran Dana

Direktur SMP, Mulyatsyah. Menurut Mulyatsyah, kebijakan penyelenggaraan MPLS di masing-masing sekolah sama dengan kebijakan PTM terbatas, yakni dapat dilaksanakan secara tatap muka oleh sekolah di zona hijau dan kuning selama diperbolehkan oleh pemerintah daerah setempat dan memperhatikan protokol kesehatan.

“Situasi di daerah berbeda-beda. Ada wilayah tertentu yang memang terdampak, namun ada juga wilayah yang aman-aman saja. Oleh karena itu, pembelajaran disesuaikan, begitu pun MPLS juga disesuaikan. Tetapi boleh jika memang diputuskan dilakukan tatap muka, monggo. Tetapi jika menurut kepala sekolah lebih efektif dilakukan secara daring, ya monggo daring. Opsinya sama dengan PTM Terbatas,” tegas Mulyatsyah dilansir dari laman Direktorat SMP Kemendikbud Ristek.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.