Kompas.com - 18/05/2021, 15:37 WIB
Logo Universitas Padjajaran. UNPADLogo Universitas Padjajaran.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Pakar Psikologi Unpad, Ahmad Gimmy Pratama mengatakan, perilaku marah dilatarbelakangi oleh dua hal, yakni aspek personal dan lingkungan.

Aspek personal, kata dia, marah dipengaruhi sistem psikofisiologis. Mulai dari tingkat ketahanan fisik hingga kemampuan berpikir, mengelola emosi, serta kemampuan individu dalam membaca nilai-nilai yang ada di sekitar.

Baca juga: Kemendikbud Ristek: Mata Kuliah Startup Digital Bersifat Pilihan

"Sedangkan aspek lingkungan, perilaku marah dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar, cuaca, hingga reaksi lingkungan sosial dan lingkungan fisik," kata dia melansir laman Unpad, Selasa (18/5/2021).

Jika dikaitkan dengan peristiwa pemudik yang marah-marah saat ditegur Polisi, Gimmy menjelaskan, hal itu diakibatkan oleh luapan emosi yang mengendap saat pemudik melakukan perjalanan.

Dia menyebut, kondisi lalu lintas yang macet ditambah fisik yang lelah dan cuaca panas akan membuat emosi seseorang mengendap.

Dengan begitu ketika menghadapi hambatan selanjutnya, emosi yang mengendap tersebut akan bisa meledak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"(Pemudik) mengalami frustasi. Adanya kebijakan penghambat akhirnya frustasi menimbulkan agresi dan menimbulkan kondisi yang tidak menyenangkan," sebut Gimmy.

Meski demikian, bilang dia, marah juga dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam mengendalikan dirinya.

Karena itu, tidak semua orang akan langsung marah saat menemui kondisi serupa. Selama aspek rasionalnya masih ada, kemampuan orang dalam mengendalikan emosinya akan lebih baik.

Harus ada hukuman sosial

Gimmy menyayangkan, tindakan pemudik marah yang viral tersebut hanya berakhir dengan permintaan maaf. Hal ini tidak membuat seseorang menjadi lebih matang dan jera.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X