Kompas.com - 12/04/2021, 12:46 WIB
Ilustrasi Wisuda ShutterstockIlustrasi Wisuda
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Brilian Putra Amiruddin, seorang mahasiswa ITS dari Departemen Teknik Elektro yang berhasil lulus menjadi Sarjana (S1) di usia 20 tahun 1 bulan.

Mahasiswa asal Jombang ini meraih gelar sarjana hanya menghabiskan masa studi 7 semester atau 3,5 tahun.

Baca juga: Pakar IPB: 5 Tips Jaga Keseimbangan Air di Tubuh Saat Puasa Ramadan

Lahir pada 16 Maret 2001, pemuda yang akrab disapa Brilian ini memulai pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK) pada usianya yang terbilang masih kecil yakni dua tahun.
Selanjutnya, di usia empat tahun, Brilian mulai menduduki bangku sekolah dasar (SD).

Meskipun memiliki rentang usia yang tidak dekat dengan teman-temannya, Brilian mampu menyeimbangi teman-temannya bahkan banyak mendapat peringkat tiga besar sejak di bangku SD.

Brilian melanjutkan pendidikan ke SMPN 1 Tembelang, Jombang dan SMAN 2 Jombang dengan masa studi normal, yakni masing-masing tiga tahun tanpa melalui jenjang akselerasi.

"Setelah lulus dari SMAN 2 Jombang, saya memilih lanjut ke Teknik Elektro ITS dan lolos melalui jalur SBMPTN," jelas dia melansir laman ITS, Senin (12/4/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbicara mengenai keputusannya memilih Teknik Elektro ITS, kata dia, karena dirinya selama SMA aktif mengikuti ekstrakurikuler dan kompetisi di bidang IT yang banyak mengenalkannya pada dunia pemrograman, komputer, dan elektro.

Brilian juga lebih tertarik dengan pelajaran Matematika dan Fisika.

Baca juga: IPK Nyaris 4,00, Ini Motivasi Belajar Wisudawan Terbaik di ITS

"Terlebih, ITS kan salah satu kampus teknologi terbaik di Indonesia, jadi saya nggak ragu buat mengambil kuliah jurusan teknik di ITS," sebut dia.

Brilian yang memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,75 juga tertarik dengan bidang penelitian.

Bergabung dengan laboratorium, bilang dia, membuatnya lebih dalam mengenal dunia riset akademis di bidang elektro.

"Dari sini, saya ingin menjadi akademisi pada bidang sistem pengaturan di masa depan," ujar dia.

Brilian juga merupakan mahasiswa yang tertarik berkompetisi. Mulai dari kompetisi bisnis hingga karya tulis banyak dicobanya.

Di tahun 2019, dia pernah menjadi juara III lomba business plan tingkat nasional di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Dia juga beberapa kali menjadi presenter paper ilmiah di konferensi internasional.

Bahkan berhasil mempublikasikan enam paper-nya dan tiga paper di antaranya telah terindeks Scopus.

"Terakhir di bulan Desember 2020 kemarin saya mempresentasikan paper saya pada International Student Conference on Advanced Science and Technology (ICAST) 2020 yang diselenggarakan oleh Kumamoto University, Jepang," ungkap dia.

Baca juga: Profesor Unair: Daun Kelor Sebagai Obat Anti Kanker

Di akhir masa studinya, dia mengusung judul tugas akhir yakni Pengaturan Kemudi Kendaraan Otonom Four Wheel Steer dan Four Wheel Drive (4WS4WD) menggunakan model predictive control (MPC).

Secara umum, tugas akhir ini meneliti mengenai cara mendesain dan menerapkan algoritma kontrol berjenis MPC untuk mengendalikan kemudi dari mobil otonom model 4WS4WD.

Kebanyakan mobil hanya bisa dikendalikan sudut kemudinya pada dua roda depannya saja. Pada penelitian ini berbeda, semua roda pada model 4WS4WD dapat dikendalikan.

"Selain itu, tingkat maneuverability juga lebih tinggi," tutur dia.

Menuntut ilmu tak ada patokan usia

Dia mengaku tidak ada motivasi khusus menyelesaikan pendidikan S1 di usia muda.

Menurut dia, menuntut ilmu itu tidak ada batasan serta patokan usianya.

"Entah lulus sarjana di umur berapa saja, yang terpenting kita harus punya rasa ingin tahu dan kemauan tinggi untuk belajar, kalau dari saya enjoy the process of learning aja sih," kata dia dengan penuh rasa semangat.

Ke depan, dia ingin melanjutkan cita-citanya untuk menjadi akademisi di bidang elektro.

Dia juga berencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.

Dia berpesan untuk teman-teman mahasiswa ITS agar selalu menjaga kesehatan fisik dan mental pada masa pandemi ini.

Baca juga: Tips Merawat Gigi dan Mulut Anak dari Pakar Unpad

"Karena dua aspek ini sangat berpengaruh pada produktivitas kita (mahasiswa ITS), stay safe and stay healthy, dan jangan lupa untuk bahagia," tukas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X