Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sosok Burhanudin, Lulusan Cumlaude ITS yang Wafat Jelang Wisuda

Kompas.com - 21/04/2024, 13:40 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hanya menunggu waktu saja Muhammad Burhanudin bisa diwisuda. Ia sendiri sudah berhasil lulus tepat waktu dengan predikat lulus cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif ( IPK) 3,82.

Burhanudin juga sudah mengantongi jadwal wisuda. Tetapi ia justru tak bisa menghadiri wisudanya.

Wisudawan S1 dari Departemen Teknik Sipil yang telah wafat menjelang wisuda

Baca juga: Cerita Ikhsan, Anak Tukang Bangunan Lulus Cumlaude di UGM

Udin kecelakaan menjelang wisuda

Muhammad Burhanudin ini mengalami kecelakaan lalu lintas di sekitar Terminal Osowilangon perbatasan Surabaya – Gresik pada 30 Maret 2024 lalu.

Mendiang mengalami kecelakaan dengan menabrak sebuah truk saat berkendara sendiri pada malam hari dalam perjalanannya ke Gresik.

Keluarga Muhammad Burhanudin (paling kanan) mewakili almarhum untuk prosesi wisuda. DOK. ITS Keluarga Muhammad Burhanudin (paling kanan) mewakili almarhum untuk prosesi wisuda.

Titisari Haruming Tyas, kakak satu-satunya almarhum akhirnya mewakilinya untuk wisuda. Ia ikut membagikan perjuangan adiknya yang kerap disapa Udin ini untuk bisa meraih gelar sarjana di ITS.

Perempuan yang akrab dipanggil Titis ini merasa salut dan bangga atas kegigihan mendiang adiknya yang berhasil lulus dari Departemen Teknik Sipil ITS dalam kurun waktu hanya 3,5 tahun saja.

Baca juga: ITS Buka Seleksi Mandiri S1 2024 Tanpa Uang Pangkal, Simak Infonya

Jerih payah serta pengorbanan yang telah dikeluarkan oleh mendiang Udin berhasil terbayarkan dengan gelar sarjana yang resmi disandangnya pada gelaran wisuda tersebut.

"Yang saya salut dari dia itu orangnya nggak pernah mengeluh, selalu bersyukur," ungkap Titis bangga dengan kegigihan mendiang adiknya.

Tak hanya itu, Titis pun menyampaikan bahwa Udin yang terlahir di Kediri, 19 Juli 2002 merupakan anak yang tekun dan berbakti kepada kedua orangtuanya, yakni pasangan Sudjoko dan Deni Puji Restanti.

Hal ini terlihat dalam keaktifannya selama berkuliah dengan mengikuti berbagai organisasi dan meraih juara dalam beberapa kompetisi. Antara lain menjadi juara 3 Analisis Geoteknik Civil National Expo dan juara harapan 1 National Geotechnic Competition Civil Week 2023.

Dalam menuntaskan tugas akhirnya, Titis beserta kedua orangtuanya pun turut mendukung bungsu dari dua bersaudara tersebut dengan selalu memberikan semangat dan kasih sayang.

Udin lulus cumlaude dengan IPK 3,82

Hingga pada akhirnya, Udin berhasil menuntaskan tugas akhirnya dalam waktu yang singkat serta meraih predikat cum laude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82.

"Jadi dia bener-bener pengen ngebanggain orangtuanya banget dan itu yang bikin orangtua saya bangga banget sama dia," ucapnya penuh haru.

Tak hanya keluarganya, rasa salut dan apresiasi kepada Udin juga diberikan dari teman-teman sampai dosen pembimbingnya. Setiap minggunya, Udin selalu berusaha menghubungi dosen pembimbingnya agar tugas akhir yang digarapnya segera terselesaikan.

Baca juga: Cerita Devy, Lulus S2 Kedokteran Unair yang Gapai IPK 4,00

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com