Kompas.com - 19/03/2021, 13:13 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19. FreepikIlustrasi virus corona, Covid-19.

KOMPAS.com - Pada 2 Maret 2021, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengonfirmasi telah ditemukan mutasi virus Corona SARS-CoV-2 yang bernama Strain B117 di Indonesia.

Perlu diketahui, mutasi virus corona B.1.1.7 disebut lebih menular sebesar 70 persen dibandingkan virus corona varian lain. Sebab, mutasi virus ini mampu bereplikasi lebih cepat di dalam tenggorokan.

Adanya penemuan kasus mutasi baru tersebut membuat masyarakat khawatir. Kepanikan model baru dari virus corona ini cukup membuat masyarakat resah dan takut tertular.

Namun, Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) M. Atoillah Isfandiari mengatakan, dari kasus yang ada di luar negeri Strain B117 tidak meningkatkan severitas atau keparahan yang ditimbulkan.

Namun, dari penelitian secara in-vitro didapati potensi peningkatan penularan sebesar 40 hingga 80 persen.

Baca juga: Pakar Unair: Tips Remaja Jaga Kesehatan Mental Akibat Pandemi Covid-19

Dilansir dari laman resmi unair.ac.id, Atoillah mengatakan, upaya antisipasi harus lebih terfokus pada pencegahan potensi peningkatan penularan di hulu atau di masyarakat. Bukan pada antisipasi peningkatan keparahan gejala di hilir atau di rumah sakit.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, gejala yang dilaporkan beberapa pasien dominan demam dan batuk yang selama ini gejalanya kurang lebih dengan virus Covid-19 pada umumnya.

Atoillah yang juga menjabat Wakil Dekan II Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair itu menuturkan, untuk Indonesia sendiri penemuan kasus Strain B117 lebih banyak.

Dikarenakan adanya penelitian laboratorium, di mana pada sampel darah pasien dilakukan sequencing atau pengurutan utas RNA-nya dan hal tersebut bukan merupakan pemeriksaan rutin.

"Dalam sekuensing, RNA virus di baca semua (whole genome), tidak hanya sekedar mendeteksi positif atau negatif saja," terang Ato.

Baca juga: Pakar Unair: 4 Bahaya Asap Rokok, Terutama bagi Perokok Pasif

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X