Kompas.com - 19/03/2021, 09:26 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2021). Rapat tersebut membahas persiapan vaksinasi COVID-19 bagi guru, murid dan mahasiswa serta membahas persiapan pembukaan pembelajaran tatap muka sekolah di bulan Juli. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2021). Rapat tersebut membahas persiapan vaksinasi COVID-19 bagi guru, murid dan mahasiswa serta membahas persiapan pembukaan pembelajaran tatap muka sekolah di bulan Juli. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengubah skema bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada 2021. Skema tahun ini jauh berbeda dari 2020.

Skema KIPK di tahun 2020 mencakup total anggaran Rp 1,3 triliun dengan semua biaya pendidikan per mahasiswa yang sama rata, yaitu Rp 2,4 juta untuk 200.000 mahasiswa.

Dimana biaya hidup per mahasiswa disamakan untuk semua daerah di seluruh Indonesia sebesar Rp 700.000 per bulan.

Namun, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, anggarannya berubah di tahun ini. "Total anggaran KIPK pada 2021 kita naikan sampai Rp 2,5 triliun. Jumlah penerimanya tetap 200.000 mahasiswa. Tetapi, yang kita lakukan adalah menyalurkan satuan biaya yang lebih besar, tergantung kepada akreditasi dari pada program studi dimana mahasiswa tersebut diterima," kata Nadiem, dilansir dari laman kemdikbud.go.id

Baca juga: Kemendikbud Minta Calon Peserta ASN PPPK Waspada Calo

Membuka penjelasan soal perubahan kebijakan satuan biaya KIP Kuliah, Mendikbud mengatakan tujuan menghadirkan KIP Kuliah adalah untuk mobilitas sosial.

"Intinya untuk mendorong mahasiswa yang kurang mampu agar bisa bermimpi besar. Tapi kenyataannya, anak-anak dari keluarga kurang mampu yang luar biasa berprestasi tidak percaya diri untuk masuk kuliah karena kendala biaya," ujar Mendikbud.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di tahun 2021, biaya pendidikan tidak lagi pukul rata Rp 2,4 juta per semester. Tahun ini, mahasiswa program studi dengan akreditasi A sebesar Rp 8 juta (batas maksimum di Rp 12 juta).

Baca juga: Mendikbud Akselerasi Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Juli 2021

Lalu untuk program studi dengan akreditasi B sebesar Rp 4 juta, dan program studi dengan akreditasi C sebesar Rp 2,4 juta

Selanjutnya untuk biaya hidup per mahasiswa, biaya hidup dibagi menjadi 5 klaster daerah sesuai indeks harga berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas 2019).

Tahun lalu, semua mahasiswa mendapat jatah Rp 700 ribu per bulan sehingga baik daerah dengan akomodasi yang mahal dan rendah, tidak ada perbedaan signifikan. Adapun besaran biaya hidup bulanan, diantaranya sebagai berikut:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X