Kompas.com - 11/03/2021, 17:16 WIB
Guru honorer Panji Setiaji saat memberikan pelajaran kepada para murid kelas 4 SDN Babakan, Kecamatan Cibeureum, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (31/1/2020). KOMPAS.COM/BUDIYANTOGuru honorer Panji Setiaji saat memberikan pelajaran kepada para murid kelas 4 SDN Babakan, Kecamatan Cibeureum, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (31/1/2020).
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) terus berkomitmen untuk membantu nasib sekitar 120.000 guru honorer agama yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.

Sejak awal, Kemenag sedang mengusahakan agar guru honorer agama bisa masuk dalam formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang proses seleksinya di mulai 2021.

Baca juga: 6 Kementerian Bahas Formasi PPPK untuk Guru Honorer Agama

Sekretaris Jenderal Kemenag, Nizar mengatakan, Kemenag tengah berupaya membantu nasib dan status guru honorer agama untuk menjadi PPPK.

Upaya itu dilakukan dengan membahas bersama enam Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait.

Pembahasan bersama ini dilakukan, karena sumber pengangkatan guru honorer agama berasal dari tiga unsur, yakni Kemdikbud, Kemenag, dan pemerintah daerah (Pemda).

Di akhir pekan lalu, tim dari enam kementerian telah menggelar rapat, agar guru honorer agama yang direkrut PPPK di tahun ini tak sebatas 9.000 saja.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun diharapkan angkanya bisa lebih dari itu.

"Kemenag jauh-jauh hari telah berkomitmen dan mengupayakan untuk bisa membantu para guru honorer agama ini jadi PPPK," ucap dia melansir laman Kemenag, Kamis (11/3/20221).

Sehingga, kata dia, tanpa ada desakan dari pihak manapun, komitmen memperjuangkan guru honorer agama terus dilakukan.

Namun hal ini perlu waktu, karena bukan wewenang Kemenag sendiri.

Baca juga: Kemendikbud: Seleksi PPPK Dimulai Agustus 2021

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X