Kompas.com - 02/03/2021, 15:39 WIB
Calon penumpang kereta api jarak jauh mengikuti pemeriksaan sampel napas GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Mulai 5 Februari 2021, PT KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta sebagai syarat untuk naik kereta api jarak jauh. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCalon penumpang kereta api jarak jauh mengikuti pemeriksaan sampel napas GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Mulai 5 Februari 2021, PT KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta sebagai syarat untuk naik kereta api jarak jauh.

KOMPAS.com - Alat screening GeNose C19 temuan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sudah diakui sejumlah pihak. Keberadaan GeNose C19 ini juga diharapkan bisa membantu mengatasi permasalahan pelaksanaan mitigasi dan percepatan proses penanganan Covid-19 di Indonesia.

Karena kegunaannya yang dinilai efektif dan praktis, banyak pihak membutuhkan alat screening yang satu ini. Terlebih, tingkat akurasi GeNose C19 cukup besar, berkisar 93 hingga 95 persen.

Awal Maret 2021 ini, UGM telah mendistribusikan total 2.021 unit GeNose C19 kepada pengguna melalui lima perusahaan distributor.

Baca juga: Belum Dapat Kuota Gratis Kemendikbud? Ini Cara Daftar dan Syaratnya

UGM menegaskan saat ini ada lima distributor resmi GeNose C19. Antara lain: PT. Graha Rekayasa Utama, PT. Global Systech Medika, PT. Sigma Andalan Nusa, PT. Dunia Kecantikan Indonesia, dan PT. Indofarma Global Medika.

Perluas jangkauan screening Covid-19

Setelah 2.021 unit GeNose didistribusikan, Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono berharap, Indonesia dapat mempercepat dan memperluas jangkauan screening Covid-19.

“Kami berharap seluruh pihak terus mendukung terlaksananya akselerasi penghiliran produk inovasi GeNose C19 ini. Sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan bangsa dalam pelaksanaan mitigasi dan percepatan proses penanganan Covid-19 di Indonesia,” terang Panut seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (2/3/2021).

Melalui distributor resmi, alat GeNose C19 akan diedarkan ke berbagai instansi. Seperti klinik, laboratorium, rumah sakit pemerintah dan swasta, korporasi atau perusahaan, universitas, yayasan, kementerian, pemerintah daerah, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca juga: Mahasiswa Dapat Rp 9 Juta Per Semester, Ini Cara Daftar KJMU 2021

Tak hanya berhenti di sini, GeNose C19 akan diproduksi dan didistribusikan secara bertahap.
Sebagian besar penerima GeNose C19 terkonsentrasi di Jawa, dan sebagian pengiriman ditujukan ke Kalimantan dan Sulawesi.

Sebagian besar diserahkan ke fasilitas kesehatan

Sementara itu Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Dr. Hargo Utomo menerangkan, sebanyak 2.021 unit GeNose sebagian besar akan diserahkan kepada fasilitas kesehatan.

Terkait sasaran distribusi, Hargo menerangkan, GeNose C19 hanya melayani pengiriman melalui distributor. “UGM tidak melayani pembelian perorangan atau rumah tangga, tapi institusi yang berkaitan dengan kesehatan, pelayanan publik, pemerintahan, serta edukasi,” kata Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM itu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X