Ini Harapan Komisi X DPR Terkait Dibukanya Seleksi Guru PPPK

Kompas.com - 26/11/2020, 17:12 WIB
Ilustrasi guru sedang memerhatikan perbedaan seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021. DOK. PEXELSIlustrasi guru sedang memerhatikan perbedaan seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021.
|

KOMPAS.com - Sebelum peringatan Hari Guru Nasional 2020, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang pro terhadap guru. Terlebih dalam masa pandemi ini.

Diantaranya ialah kebijakan pemberian kuota bagi guru untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan pemberian bantuan subsidi upah bagi guru honorer.

Tak hanya itu saja, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) juga mengumumkan pembukaan seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK) di tahun 2021 bagi guru honorer.

Tentu hal ini menjadi angin segar bagi para guru honorer untuk mendapat kepastian hidupnya di masa depan. Bahkan tak tanggung-tanggung, ada 1 juta formasi untuk menjadi guru PPPK melalui skema ini.

Baca juga: Guru Honorer Harus Hasilkan SDM Unggul, Simak Penjelasan Wapres

Lama mengajar guru honorer harus dipertimbangkan

Terkait rekrutmen guru PPPK di tahun 2021, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyambut positif. Karena mengingat dengan terdaftar menjadi PPPK, guru mendapatkan kepastian status, gaji, dan tunjangan, setelah bertahun-tahun tidak dimiliki sebagian besar guru honorer.

"Namun, ada beberapa catatan yang saya miliki terkait program tersebut," ujar Hetifah seperti dikutip dari laman DPR RI, Rabu (25/11/2020).

Menurut dia, hendaklah seleksi tersebut tidak hanya berdasarkan pada tes kompetensi yang akan dilakukan, tapi juga mempertimbangkan pengabdian yang telah dilakukan.

"Misalnya, menjadikan pengalaman mengajar sebagai salah satu instrumen penilaian, dengan memberikan bobot lebih bagi mereka yang telah mengajar lebih lama," harapnya.

Baginya, ini akan menyeimbangkan aspek kompetensi dengan pengalaman dan memberikan reward bagi mereka yang telah mengabdi lebih lama, tentu tanpa mengorbankan standar kompetensi yang harus dimiliki.

Untuk itu, pendataan harus akurat. Dalam Dapodik, perlu juga disertakan lama mengajar seorang guru honorer.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X