Lahirkan Lulusan Kompetitif, Kampus Ini Tumbuhkan Pembelajar Sepanjang Hayat

Kompas.com - 30/10/2020, 17:17 WIB
Universitas Pertamina Dok. Universitas PertaminaUniversitas Pertamina

KOMPAS.com - Di tahun 2020, Indonesia akan menikmati bonus demografi hingga 2030, yang mana proporsi penduduk usia produktif di Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Bonus demografi akan bermanfaat bila tenaga kerja Indonesia mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik serta kompetitif.

Sayangnya, saat ini Indonesia diperkirakan hanya memiliki 13,4 juta tenaga ahli dan 113 juta tenaga non-ahli. Karenanya, perguruan tinggi dituntut memproduksi lebih banyak tenaga profesional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Profesor National Egyptian E-Learning University Dr. Sami Nassar memaparkan tiga hal yang perlu dilakukan oleh universitas.

Baca juga: Lulusan S1-S2, Kemendikbud Gelar Seleksi Terbuka Jabatan Kabalitbangbuk

Salah satunya, mengadopsi konsep pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), yaitu proses pendidikan yang dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa dibatasi oleh usia. 

Rektor Universitas Pertamina Prof. Akhmaloka mengatakan, pembelajaran sepanjang hayat bukanlah konsep baru bagi Universitas Pertamina.

"Sejak didirikan pada tahun 2016, kami telah mengintegrasikan konsep pembelajaran sepanjang hayat dalam setiap program studi," Prof. Akhmaloka dalam sambutan secara daring acara wisuda ke-3 Universitas Pertamina tahun akademik 2019/2020, Rabu (28/10/2020).

Kampus besutan Pertamina ini, kata dia, menjadi satu dari sedikit perguruan tinggi di Indonesia yang memberikan mata kuliah Critical Thinking dan Creative Problem Solving sebagai kelas wajib bagi seluruh mahasiswa.

Baca juga: Beasiswa Kuliah S1-S2 di Melbourne Australia, Senilai Rp 103 Juta

Dengan penerapan pembelajaran sepanjang hayat, sambung Akhmaloka, wisudawan Universitas Pertamina tak henti belajar meski telah lulus kuliah.

"Sehingga lulusannya menjadi tenaga ahli yang siap pakai di dunia industri," tegasnya.

Hal itu dirasakan langsung Fikry Iqbal Fadhillah, wisudawan Program Studi Teknik Kimia yang kini berkarir sebagai Quality Assurance Officer di PT Mitsubishi Chemical Indonesia.

"Mata kuliah Critical Thinking dan Creative Problem Solving sangat membantu dalam bersaing dengan para profesional berpengalaman selama masa rekrutmen di perusahaan tempat saya bekerja. Selain itu, selama berkuliah di Universitas Pertamina saya juga dikelilingi oleh orang-orang yang menjadi katalis bagi satu sama lain untuk saling berkembang ke arah yang lebih baik. Walaupun tergolong universitas baru, namun kualitas pengajar, staff, dan mahasiswanya boleh diadu,” kata Fikry.

Baca juga: Unpad-Undip-Unhas Gelar Pertukaran Mahasiswa, Wujud Kampus Merdeka

Pada wisuda periode ke-3 ini, Universitas Pertamina meluluskan 366 wisudawan dengan 98 wisudawan (27 persen) meraih predikat Cumlaude.

Wisudawan periode ke-3 untuk tahun akademik 2019/2020 ini terbagi atas 311 wisudawan dari program studi rumpun sains dan teknologi serta 25 wisudawan dari program studi rumpun sosial dan humaniora.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X