Ikanot Iluni UI Gelar Forum Diskusi Mitigasi Hukum Notaris di Masa Pandemi

Kompas.com - 27/10/2020, 18:18 WIB
Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Iluni FH-UI) dan Ikatan Kekeluargaan Alumni Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Ikanot FH-UI) menggelar forum diskusi grup sebagai bagian peringatan HUT FH-UI ke-96 dilaksanakan secara daring, Senin (26/10/2020).

DOK. ILUNI IKONAT UIIkatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Iluni FH-UI) dan Ikatan Kekeluargaan Alumni Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Ikanot FH-UI) menggelar forum diskusi grup sebagai bagian peringatan HUT FH-UI ke-96 dilaksanakan secara daring, Senin (26/10/2020).

KOMPAS.com - Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Iluni FH-UI) dan Ikatan Kekeluargaan Alumni Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Ikanot FH-UI) menggelar forum diskusi grup sebagai bagian peringatan HUT FH-UI ke-96.

FGD mengangkat salah satu isu penting bidang hukum dan kenotarisan; “Perluasan tafsir 'Menghadap' dengan Menggunakan Sistem Audio Visual sebagai Mitigasi Pembuatan Akta Otentik oleh  Notaris di Masa Pandemi Covid-19” dan dilaksanakan secara daring, Senin (26/10/2020).

Acara ini diikuti oleh 340 peserta dari beragam profesi dan alumni dari beberapa fakultas hukum lainnya.

Ashoya Ratam, Ketua Umum Iluni FH-UI dalam sambutannya menyampaikan tidak ada sisi kehidupan yang tidak terdampak pandemi global Covid-19, termasuk bidang hukum.

"Dalam masa pandemi ini, regulator di antaranya Otoritas Jasa Keuangan sangat tanggap mengeluarkan peratiran dengan tujuan untuk tetap mendorong kegiatan dunia usaha secara keseluruhan, baik skala kecil, menengah, besar guna menghadapi ancaman perekomonian nasional dan menjaga stabilitas keuangan," ungkap Ashoya.

Salah satunya, sebutnya, pengaturan pertemuan pemegang saham yang dapat dilakukan secara daring atau elektronik guna tetap menjaga protol kesehatan sehingga perusahaan tetap dapat menggerakan roda perekonomian.

Demikian pula proses pengadilan di tingkat mahkamah agung dan juga badan peradilan telah memungkinkan proses dilakukan secara daring.

Ashoya berharap diskusi ini dapat memberikan masukan kepada pemerintah, terlebih di masa pandemik, ada payung hukum yang dapat dijadikan landasan notaris dalam bekerja.

"Ketentuan yang diatur tetap perlu diatur dengan tetap mengedepankan kehati-hatian dan prinsip kepastian hukum," tegasnya.

Baca juga: Jokowi Ingin Fakultas Kehutanan UGM Kembangkan Inovasi, di Antaranya Precision Forestry

Rekomedasi untuk pemerintah   

FGD Ikonat FH-UI ini menghadirkan berbagai pembicara utama, di antaranya:

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X