Animakini 2020, Dorong Animasi Indonesia Hidup dan Berkembang

Kompas.com - 26/10/2020, 18:31 WIB
Animakini 2020 Dok. KOMPAS.com/AYUNDA PININTA KASIHAnimakini 2020

KOMPAS.com - Sejak beberapa tahun ke belakang, ada banyak catatan menggembirakan terhadap perkembangan dunia animasi Indonesia.

Contoh menggembirakan dalam dunia pendidikan animasi misalnya, sekelompok mahasiswa Indonesia dari Universitas Surya dan Unikom Bandung, berhasil menang di ajang kompetisi Asiagraph di Taiwan pada Agustus 2017. Berhasil mengalahkan 19 tim dari negara Asia seperti Jepang, Taiwan, Korea, Filipina, Malaysia, dan lainnya.

Secara individu pun, beberapa animator Indonesia seperti Fieranny Harlita juga tampil sebagai pemenang di ajang Digicon Asia 6 di Jepang pada November 2017.

Baca juga: Lulusan S1-S2, Kemendikbud Gelar Seleksi Terbuka Jabatan Kabalitbangbuk

Di sisi produk animasi layar lebar, tayangan “Si Juki the Movies” berhasil menggaet penonton sekitar 600 ribu orang, yang menjadi sejarah bagi tayangan animasi Indonesia. Karya yang membanggakan sekaligus "menantang" studio-studio animasi untuk berlomba menghasilkan karya-karya animasi lain yang lebih banyak dan semakin berkualitas.

Guna mendukung perkembangan dunia animasi Indonesia, dibutuhkan sinergi dari berbagai stakeholder serta pelaku dalam ekosistem animasi Indonesia secara keseluruhan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut maka Animakini hadir sebagai forum untuk berbagi pengetahuan antara pelaku dalam ekosistem animasi agar dapat mendorong langkah-langkah yang dibutuhkan saat membuat program kolaborasi yang efektif antara pendidikan, industri, komunitas, pemerintah, dan media sehingga mencapai tujuan dalam meningkatkan pendapatan ekonomi kreatif dari sub sektor animasi.

Baca juga: Soul Travellers, Cerita 39 Anak Muda Indonesia Menjelajah Dunia

Rektor IKJ Indah Tjahjawulan dalam pembukaan Animakini 2020 secara daring mengatakan, Animakini telah memberikan banyak catatan menggembirakan terhadap perkembangan animasi Indonesia, baik dari segi prestasi di pendidikan dan sumber daya manusia di bidang animasi secara personal maupun sebagai industri.

"Begitu juga banyaknya kolaborasi kerja antar kampus dan studio animasi. Dan pada tahun ini yang menjadi catatan yang membanggakan adalah Animakini tetap diselenggarakan oleh Fakultas Seni Rupa secara mandiri bahkan bisa bersinergi dengan Asosiasi Industri Animasi Indonesia dan juga 35 institusi pendidikan animasi lainnya," paparnya dalam konferensi video, Senin (26/10/2020).

Meski pandemi belum berakhir dan semua kegiatan publik harus dilaksanakan secara daring, kata dia, tidak menjadi halangan bagi Animakini untuk hadir sesuai motonya "Meski Berjarak Tetap Bergerak".

Baca juga: Beasiswa Kuliah S1-S2 di Melbourne Australia, Senilai Rp 103 Juta

"Animakini melalui berbagai program seperti workshop, seminar, talkshow dan nonton bareng secara berjarak tetap bergerak mencari cara agar animasi Indonesia terus hidup dan berkembang," imbuhnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X