Pakar UNS: Tanaman Janda Bolong Dongkrak Perekonomian Saat Pandemi

Kompas.com - 11/10/2020, 12:55 WIB
Penampakan akar Janda Bolong yang siap dikembangbiakkan. KOMPAS.COM/Dian Reinis KumampungPenampakan akar Janda Bolong yang siap dikembangbiakkan.
|

KOMPAS.com - Akhir-akhir ini, tanaman hias kembali booming. Jika dulu sempat booming tanaman gelombang cinta, kini ada lagi yang ramai diperbincangkan masyarakat.

Tanaman hias Janda Bolong atau Monstera Adansoni Variegata kini booming di masyarakat. Hal ini dikarenakan harga tanaman tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut Pakar Tanaman Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret ( UNS) Surakarta, Dr. Eddy Tri Haryanto, tanaman hias Janda Bolong memang memiliki keunikan tersendiri.

Keunikan tanaman ini ialah keindahan pada daunnya yang memiliki lubang. Khususnya pada jenis Variegata ini yang memiliki warna unik pada daun yaitu hijau putih.

Baca juga: UNS Kini Resmi Berstatus PTN Badan Hukum

Maka tidak heran jika tanaman Janda Bolong dapat bernilai jual tinggi.

"Karena unik itu, banyak masyarakat yang nyari dan jadi fantastik harganya. Terlebih bagi mereka yang memiliki hobi mengoleksi tanaman hias, pasti berburu tanaman unik ini," terang Dr. Eddy seperti dikutip dari laman UNS, Sabtu (10/10/2020).

Geliatkan perekonomian saat pandemi

Namun untuk saat ini, tanaman hias Janda Bolong memiliki potensi yang luar biasa. Bahkan potensinya juga bisa ke luar negeri.

Karena itu, menurut Dr Eddy hal ini bisa menjadi sarana untuk menggeliatkan kembali perekonomian terlebih di masa pandemi Covid-19.

"Karena banyak yang mencari, maka disini ada perputaran uang. Sehingga viralnya tanaman hias khususnya Janda Bolong ini bisa membantu mendongkrak perekonomian di negeri ini," terangnya.

Hanya saja, jika ingin menggeluti usaha tanaman hias, Dr Eddy memberikan saran agar masyarakat perlu memperdalam ilmunya tentang tanaman hias.

Ia menyarankan untuk bertanya dan berdiskusi supaya memperoleh ilmu terkait usaha di bidang tanaman hias.

"Jadi bisa dipelajari dulu bagaimana merawat tanaman, cara pemasaran dan lain sebagainya," imbuhnya.

Ketika sedang budi daya tanaman Janda Bolong, maka perawatan tanaman Janda Bolong ini terbilang mudah.

Baca juga: Kuliah Perdana Mahasiswa FKOR UNS Hadirkan Indra Sjafri, Ini Pesannya

Dr. Eddy berpesan supaya tetap menjaga kualitas dan stadarisasi tanaman supaya harganya tetap stabil dan diburu banyak orang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X