Kompas.com - 07/10/2020, 13:33 WIB
Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud mengumumkan universitas dan mahasiswa terbaik Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2020. Kompetisi berlangsung tanggal 1-4 Oktober 2020 dan dilaksanakan secara daring. DOK. PUSPRESNASPusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud mengumumkan universitas dan mahasiswa terbaik Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2020. Kompetisi berlangsung tanggal 1-4 Oktober 2020 dan dilaksanakan secara daring.

KOMPAS.com - Komunikasi menjadi salah satu kompetensi unggul yang dibutuhkan lulusan perguruan tinggi memasuki era revolusi industri 4.0. Karenanya, penguatan kompetensi ini terus dilakukan meski di tengah pandemi Covid-19.

Dalam kerangka ini, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan universitas dan mahasiswa terbaik Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2020.

Kompetisi berlangsung tanggal 1-4 Oktober 2020 dan dilaksanakan secara daring.

"Ini melengkapi rangkaian kegiatan pengembangan prestasi yang sedang intensif kita laksanakan dari mulai jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi," ujar Asep Sukmayadi, Plt Kepala Puspresnas dalam penutupan Kompetensi Debat Mahasiswa Indonesia, Minggu, 6 Oktober 2020.

Wadah uji kualitas

Peserta KDMI tahun 2020 merupakan hasil seleksi nasional yang dilaksankana pada tanggal 30 September - 4 Oktober 2020 secara daring. Sebanyak 30 tim berasal dari LL Dikti wilayah 1-15, dengan sistem ASEAN parametic.

Baca juga: Siswa Indonesia Raih Prestasi di Olimpiade Informatika 2020 Singapura

Ketigapuluh tim tersebut berasal dari dua tim terbaik dari masing-masing LLDikti. Setiap tim terdiri dari tiga orang pendebat, dan peserta atau tim mengikuti kompetisi dari daerahnya masing-masing menggunakan aplikasi Zoom.

Semua peserta mengikuti 5 babak penyisihan, dan setelah mendapatkan 16 tim untuk masuk ke perdelapan final, kemudian 8 tim lolos ke perempat final.

Empat tim tersebut berasal dari luar Jawa, dan 4 tim dari Pulau Jawa. Empat tim yang lolos di semifinal dan 2 tim di grandfinal.

Lebih jauh Asep juga menjelaskan kompetisi debat ini sekaligus dapat menjadi bahan dan kesempatan peserta untuk menguji kualitas diri dan juga memahami potensi yang ada dalam diri masing-masing.

"Kemampuan-kemampuan berkomunikasi dalam debat baik Bahasa Inggris ataupun Bahasa Indonesia ini menjadi bagian dari bekal untuk meningkatkan kapasitas dirinya untuk menapaki karier belajar dan profesional," kata Asep.

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X