Aplikasi "MyTanaman" ITS Raih Emas di Ajang Internasional

Kompas.com - 20/09/2020, 16:16 WIB
Ilustrasi mahasiswa DOK. PIXABAYIlustrasi mahasiswa

KOMPAS.com - Aplikasi " MyTanaman" milik mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS) meraih medali emas di kancah internasional dalam ajang "The 6th Southeast Asian Agricultural Engineering Student 2020".

Acara digelar Universitas Brawijaya bersama dengan Malaysian Society of Agricultural and Food Engineers (MSAE).

Aplikasi itu dibuat berangkat dari permasalahan lahan yang ada di perkotaan. Tim pemilik aplikasi MyTanaman beranggotakan tiga orang, yakni Awang Ivananto Adi, Muhammad Luthfi, dan Tiara Bening Salsabila. Mereka adalah mahasiswa angkatan 2018.

Baca juga: Nadiem Makarim dan Susi Pudjiastuti Beri Semangat 7.958 Mahasiswa ITS

Selaku ketua tim, Awang mengatakan, MyTanaman merupakan aplikasi berbasis Wireless Sensor Network. Nantinya aplikasi tersebut dapat berhubungan langsung dengan basis data dan modul perangkat yang tertanam pada boks ruang tanam.

"MyTanaman adalah sebuah box yang berfungsi sebagai ruang tanam yang didesain untuk dapat mengontrol kondisinya agar sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman," kata Awang dalam keterangan resminya, seperti melansir laman ITS, Minggu (20/9/2020).

Tiara Bening Salsabila, salah satu anggota tim menyatakan, MyTanaman menawarkan teknologi dan aplikasi terintegrasi dalam satu sistem. Selain menciptakan ruang tanam dengan teknik indoor planting, MyTanaman didesain menggunakan material aman bagi tumbuhan.

"MyTanaman di desain sedemikian rupa agar dapat mengontrol kondisi di ruang tanam hanya dengan menggunakan smartphone," terang Bening.

Selain itu, kata Awang, MyTanaman juga memiliki fitur kontrol di mana pengguna bisa menyalakan sistem seperti kipas, pembuat kelembaban buatan, dan lampu penumbuhan untuk mengontrol kondisi dalam ruang tanam.

"Berkat adanya data base sistem terintegrasi pada box, data kondisi ruang tanam dapat disimpan, yang mana data tersebut dapat ditampilkan dalam bentuk grafik pada aplikasi MyTanaman," jelas Awang.

Aplikasi mempermudah kondisi ruang tanam sayuran

Bukan hanya itu, keunikan dari aplikasi ini, yakni dalam satu aplikasi tidak hanya bisa memonitor dan mengontrol satu kotak saja, melainkan hingga empat kotak ruang tanam.

Setiap kotak juga tidak harus menggunakan user yang sama, melainkan dapat diakses pengguna lain, sehingga mempermudah pekerjaan.

"Analogikan seperti dalam satu perumahan terdapat 12 box dengan tiga pengguna aplikasi, mereka bisa saling koordinasi dengan berganti shift untuk memonitor dan mengontrol kondisi dalam ruang tanam agar tetap stabil sehingga dapat menghasilkan sayuran seperti yang diharapkan," tegas Awang.

Meski aplikasi ini beserta perangkatnya masih dalam bentuk ujicoba, Awang berharap agar ke depannya aplikasi ini bisa dikembangkan dan diperbaiki sedemikian rupa.

Baca juga: ITS Kembangkan Kawasan Eduwisata Herbal di Batu

"Dengan begitu aplikasi MyTanaman bisa digunakan dengan nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia," pungkas Awang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X