Akademisi IPB: Agar Pendidikan Vokasi Tak Lagi jadi Pilihan Kedua

Kompas.com - 22/05/2020, 09:55 WIB
Ilustrasi wisudawan IPB University. DOK.Laman IPBIlustrasi wisudawan IPB University.

KOMPAS.com - Menyambut Hari Kebangkitan Nasional 2020, Himpunan Alumni Sekolah Vokasi IPB bekerja sama dengan Sekolah Vokasi IPB University menyelenggarakan webinar bertema “Kebangkitan Perguruan Tinggi Vokasi IPB.”

Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan nasional dinilai menjadi momen yang tepat untuk menyambut kebangkitan perguruan tinggi vokasi Indonesia khususnya perguruan tinggi sekolah vokasi IPB University.

Melalui konferensi video, Dekan Sekolah Vokasi IPB University Arief Darjanto mengatakan, agar dapat bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia harus memiliki tenaga kerja yang berkualitas.

Untuk melahirkan tenaga kerja yang berkualitas, lanjut Arif, pemerintah telah mendirikan pendidikan vokasional mulai dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Politeknik, hingga balai pelatihan.

Baca juga: Belanja ke Luar Rumah? Pakar IPB Berikan Tips Belanja Aman Corona

Menurutnya, pendidikan vokasional diperlukan untuk meningkatkan partisipasi angkatan kerja, memperkaya kompetensi angkatan kerja, membuka akses sekolah ke dunia kerja, memacu produktivitas perekonomian dan mendorong pengembangan teknologi.

“Salah satu tantangan Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesi (FPTVI) yaitu mengubah stigma negatif menjadi positif. Sehingga, pendidikan vokasi bukan sebagai second choice lagi, melainkan menjadi pilihan pertama untuk melanjutkan perguruan tinggi," kata Arief seperti dilansir dari keterangan tertulis di laman IPB, Senin (18/5/2020).

Karena itulah, Arif menekankan bahwa strategi perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi perlu dilakukan untuk menyiapkan kebutuhan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di era industri 4.0.

Baca juga: Dibuka, Pendaftaran Beasiswa S1 di 8 Perguruan Tinggi BUMN 2020

Strategi utama dalam perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi, lanjutnya, yaitu dengan mereformasi lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi dengan menyusun kurikulum bersama industri dan melakukan Training of Trainer (ToT) untuk guru atau dosen.

Lalu, menyusun dan menetapkan standar akreditasi lembaga vokasi dan mereview akreditasi lembaga vokasi agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Standar kompetensi dan sertifikasi menurutnya juga perlu disusun agar sesuai dengan pekerjaan yang ditekuni.

Strategi berikutnya yaitu membakukan model kerja sama sarana dan prasarana dengan industri dan meningkatkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

Setelah itu ialah revitalisasi pendidikan tinggi vokasi dengan cara menguatkan kurikulum vokasi untuk memenuhi tuntutan dan kompetensi industri.

Tak kalah penting, kompetensi dosen vokasi dan tenaga pendidik juga perlu ditingkatkan, memperbarui metode pembelajaran dan sarana pembelajaran, membangun kemitraan perguruan tinggi dengan industri, mengembangkan LSP dan TUK, serta menggalakan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa perguruan tinggi vokasi.

Baca juga: KIP Kuliah Jalur SBMPN dan SBMPTN 2020 Dibuka, Ini Alur Pendaftaran

Dalam webinar tersebut, juga diselenggarakan dialog antara Pengurus Himpunan Alumni SV IPB dengan para Ketua Program Studi Sekolah Vokasi IPB University terkait perkembangan masing-masing program keahlian serta prestasi dari dosen dan mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X