Nadiem Makarim: Kemendikbud akan Terus Dorong dan Dukung Inovasi Perguruan Tinggi

Kompas.com - 21/05/2020, 09:00 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim menyinggung soal pendidikan karakter dan juga masalah bullying saat menghadiri Rakornas Bidang Kebudayaan di Jakarta (26/2/2020). DOK. KEMENDIKBUDMendikbud Nadiem Makarim menyinggung soal pendidikan karakter dan juga masalah bullying saat menghadiri Rakornas Bidang Kebudayaan di Jakarta (26/2/2020).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi dan bangga atas riset dan inovasi para dosen peneliti dan mahasiswa untuk mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan terus mendorong dan mendukung kemerdekaan dan kemandirian perguruan tinggi untuk terus berkarya dan berinovasi. Terima kasih atas sinergi yang baik antara Kemendikbud, Kemenristek/BRIN, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, BNPB, serta para mitra industri,” kata Nadiem dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Inovasi civitas akademik ini, kata Nadiem, adalah wujud nyata semangat Merdeka Belajar, sekaligus mengukuhkan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bergotong royong.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, Kemendikbud akan terus mendorong dan mendukung kemerdekaan dan kemandirian perguruan tinggi untuk terus berkarya dan berinovasi. Terima kasih atas sinergi yang baik antara Kemendikbud, Kemenristek BRIN, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, BNPB, serta para mitra industri,” tutur Nadiem.

Baca juga: Lomba Menulis Kemendikbud, Pemenang Bisa Bertemu Mendikbud Nadiem Makarim

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/Ka BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa dalam merespon pandemi Covid-19, Kemenristek/BRIN pada awal Maret 2020 telah membentuk konsorsium beranggotakan triple helix: perguruan tinggi, industri (BUMN, startup), Kementerian dan Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK).

Kegiatan konsorsium utamanya pada 4 hal, yakni: (1) Pencegahan, (2) Skrining dan Diagnosis, (3) Obat dan Terapi, dan (4) Alat Kesehatan dan Pendukung.

“Kerja sama ini merupakan salah satu upaya kita untuk memperkuat program hilirisasi hasil-hasil produk riset, termasuk mempromosikan pencapaian hasil-hasil inovasi teknologi dari lembaga litbang dan perguruan tinggi kepada dunia usaha/industri dan masyarakat. Secara khusus, upaya ini diharapkan dapat menjadi titik tolak peningkatan kepercayaan masyarakat atas hasil inovasi dalam negeri melalui penelitian dan rekayasa karya anak bangsa sendiri,” terang Bambang.

Dalam acara ini Presiden meluncurkan berbagai produk inovasi dalam negeri guna mempercepat penanganan virus Corona (Covid-19), yaitu: (1) PCR Test Kit Covid-19; (2) Rapid Diagnostics Test IgG/IgM Covid-19; (3) Emergency Ventilator #BPPT3S - VENT-I; (4) Imunomodulator Herbal Asli Indonesia; (5) Plasma Convalesence; (6) Mobile Lab BSL-2; (7) Sistem Artificial Intelligence (AI) untuk Deteksi Covid-19; (8) Medical Assistant Robot Raisa - Autonomous UVC Mobile Robot; dan (9) Powered Air Purifying Respirator.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X