Sediakan Akses Belajar Online, Cakap Siap Bantu Pemerintah dan Masyarakat

Kompas.com - 17/03/2020, 18:39 WIB
Cakap, sebagai salah satu pemain ?ed-tech di Indonesia menyatakan kesiapannya untuk menyediakan online platform sebagai alternatif kegiatan belajar-mengajar di Indonesia. Dok. CakapCakap, sebagai salah satu pemain ?ed-tech di Indonesia menyatakan kesiapannya untuk menyediakan online platform sebagai alternatif kegiatan belajar-mengajar di Indonesia.

KOMPAS.com - Cakap, sebagai salah satu pemain education technology di Indonesia menyatakan kesiapannya untuk menyediakan online platform sebagai alternatif kegiatan belajar mengajar di Indonesia.

Dengan menggunakan metode interaksi dua-arah, yang didukung oleh teknologi, Cakap mengembangkan solusi layanan untuk pendidikan, atau biasa disebut Education As A Service (EAAS).

“Kesehatan tetap harus diutamakan di tengah merebaknya pandemi COVID-19 ini. Dengan teknologi di bidang pendidikan yang kami kembangkan, diharapkan dapat membantu kegiatan belajar mengajar secara aman melalui pembelajaran jarak jauh. Kami siap membantu pemerintah, lembaga pendidikan dan juga masyarakat Indonesia untuk melawan COVID-19 dengan menyediakan teknologi dan akses belajar secara daring," ujar Tomy Yunus selaku CEO Cakap.

Kebijakan untuk menerapkan sistem pembelajaran secara digital dinilai sangat penting untuk dilakukan di tengah tantangan penyebaran coronavirus.

Menurut laporan WHO dan data real time pada bulan Maret, kasus infeksi coronavirus secara global mencapai angka 125.048 orang.

Menurut PBB, sebanyak 22 negara telah memberlakukan atau berencana untuk menutup sekolah dan kegiatan belajar mengajar. Setidaknya ada 290 juta siswa di seluruh dunia yang akan terdampak. Negara-negara seperti Arab Saudi, Tiongkok, Italia, serta 10 negara lainnya telah menutup sekolahnya secara nasional.

Baca juga: Belajar dari Rumah, 5 Tips Penting untuk Orangtua

Indonesia adalah salah satu negara yang terkena dampak penyebaran coronavirus. Terutama di Jakarta.

Untuk itu terdapat skenario pembatasan interaksi, seperti aktivitas mengumpulkan massa yang dibatasi, isolasi daerah episenter, penutupan berbagai aktivitas publik, pembatasan jam buka restoran, dan yang terbaru mengenai penutupan sekolah dan kegiatan belajar mengajar selama dua minggu.

Dalam konferensi persnya, Gubernur Jakarta, Anies Baswedan menyatakan, “Anak-anak, mereka tidak banyak terjangkit COVID-19 tetapi mereka adalah penular dari orang dewasa satu ke dewasa lainnya,“, kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Balai Kota, Jakarta, Sabtu (14/3/2020).

Anies menghimbau, tidak hanya sekolah formal yang ditutup namun juga berlaku untuk tempat pendidikan informal dan lembaga kursus.

Ia meminta untuk mengurangi intensitas pertemuan. Solusinya, proses belajar mengajar dapat dilakukan dari rumah dengan cara online.

Cakap adalah startup pengembang aplikasi belajar online dengan interaksi dua arah (two-way interaction) antara murid dengan pengajar profesional melalui panggilan video dan percakapan teks.

Selain menyediakan pembelajaran bahasa asing, Cakap juga mengembangkan layanan Education as A Service untuk beberapa lembaga pendidikan dan pemerintah.

Cakap tersedia di Google Play dan App Store untuk menjangkau semua pengguna.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X