Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

China Batasi Pengguna Anak Main TikTok, Hanya 40 Menit Sehari

Kompas.com - 21/09/2021, 10:28 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

Sumber BBC

BEIJING, KOMPAS.com - Anak-anak di China akan dibatasi menggunakan Douyin, TikTok versi China, selama 40 menit sehari antara pukul 06.00 dan 22.00.

Aturan pembatasan penggunaan TikTok versi China berlaku untuk pengguna anak berusia di bawah 14 tahun, yang telah diautentifikasi menggunakan nama asli mereka seperti yang dilansir dari BBC pada Senin (20/9/2021).

Perusahaan induk Douyin, Bytedance, mengumumkan aplikasi Youth Mode dalam sebuah unggahan blog, mengatakan pihaknya adalah perusahaan video pendek pertama di industri yang memiliki batasan untuk pengguna anak.

Aturan dari Bytedance dikeluarkan saat China menindak penggunaan teknologi oleh remaja.

Baca juga: Fenomena Khaby Lame, Idola Baru TikTok dengan Video Paling Apa Adanya

Menurut persetujuan pengguna Douyin bahwa tidak ada usia minimum di platform, tetapi di bawah 18 tahun harus mendapatkan persetujuan dari wali yang sah. Sementara, di aplikasi TikTok, usia minimum adalah 13 tahun.

Konten baru soal pendidikan, termasuk eksperimen sains, pameran museum, dan menjelajahi sejarah, telah diluncurkan oleh Douyin sebagai bagian dari Youth Mode.

“Ya, kami lebih ketat dengan remaja. Kami akan bekerja lebih keras untuk menyediakan konten berkualitas, sehingga kaum muda dapat belajar dan melihat dunia,” tulis pihak Bytedance.

Peraturan tentang TikTok versi China ini sudah lama muncul, seperti yang disebut Kerry Allen BBC.

Selama 3 tahun terakhir, media resmi telah memperingatkan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan anak muda China di internet berdampak pada kesehatan fisik dan mental mereka.

Baca juga: Viral Video TikTok, Komedian AS Bagi-bagi Tips Bisa “Kencan” dengan Atlet Olimpiade di Jepang

Data dari agen media sosial We Are Social menunjukkan bahwa orang China sering menghabiskan lebih dari 5 jam sehari online, 2 jam di antaranya di media sosial.

Meskipun data ini tidak termasuk mereka yang berusia di bawah 16 tahun, saat ini pembelajaran sekolah online sangat menjadi andalan kehidupan belajar-anak muda Tiongkok selama setahun terakhir karena Covid-19.

Selain itu, penyiar resmi CGTN mengatakan 95 persen populasi pemuda China saat ini banyak yang online, 183 juta anak di bawah umur.

Sebelum penggunaan TikTok versi China ditertibkan, pada 2018, regulator China mengatakan bahwa mereka berusaha membatasi jumlah waktu yang dihabiskan anak di bawah umur untuk online, karena meningkatnya tingkat rabun jauh di antara anak-anak.

Bulan lalu, anak -anak di bawah 18 tahun di China dilarang bermain video game selama seminggu, dan permainan mereka dibatasi hanya satu jam pada hari Jumat, akhir pekan, dan hari libur.

Dan pada bulan Februari, anak-anak China dilarang membawa ponsel mereka ke sekolah.

Baca juga: Viral Video TikTok, Wanita Ketakutan Temukan Gua Sedalam 9 Meter di Bawah Rumah Keluarganya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Sebelum Ebrahim Raisi, Ini Deretan Pemimpin Lain yang Tewas dalam Drama Penerbangan

Sebelum Ebrahim Raisi, Ini Deretan Pemimpin Lain yang Tewas dalam Drama Penerbangan

Global
Joe Biden Kecam ICC karena Berupaya Menangkap PM Israel

Joe Biden Kecam ICC karena Berupaya Menangkap PM Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Presiden Iran Meninggal Kecelakaan | Kronologi Penemuan Helikopter Raisi

[POPULER GLOBAL] Presiden Iran Meninggal Kecelakaan | Kronologi Penemuan Helikopter Raisi

Global
China: Dinamika Politik Taiwan Tak Akan Ubah Kebijakan 'Satu China'

China: Dinamika Politik Taiwan Tak Akan Ubah Kebijakan "Satu China"

Global
Sejarah Orang Jawa di Kaledonia Baru, Negara yang Sedang Dilanda Kerusuhan

Sejarah Orang Jawa di Kaledonia Baru, Negara yang Sedang Dilanda Kerusuhan

Global
Ketika 706 Orang Bernama Kyle Berkumpul, tapi Gagal Pecahkan Rekor...

Ketika 706 Orang Bernama Kyle Berkumpul, tapi Gagal Pecahkan Rekor...

Global
Meski Alami Luka Bakar, Jenazah Presiden Iran Dapat Dikenali dan Tak Perlu Tes DNA

Meski Alami Luka Bakar, Jenazah Presiden Iran Dapat Dikenali dan Tak Perlu Tes DNA

Global
ICC Ancang-ancang Keluarkan Surat Perintah Penangkapan PM Israel dan Pemimpin Hamas

ICC Ancang-ancang Keluarkan Surat Perintah Penangkapan PM Israel dan Pemimpin Hamas

Global
Ukraina Jatuhkan 29 Drone Rusia dalam Semalam, Targetkan Barat, Tengah, dan Selatan

Ukraina Jatuhkan 29 Drone Rusia dalam Semalam, Targetkan Barat, Tengah, dan Selatan

Global
Hari Ini, Kondisi PM Slovakia Stabil dan Membaik

Hari Ini, Kondisi PM Slovakia Stabil dan Membaik

Global
Jasad Presiden Iran Ebrahim Raisi Ditemukan dan Dibawa ke Tabriz, Operasi Pencarian Diakhiri

Jasad Presiden Iran Ebrahim Raisi Ditemukan dan Dibawa ke Tabriz, Operasi Pencarian Diakhiri

Global
Penikaman di SD China, 2 Orang Tewas, 10 Lainnya Terluka

Penikaman di SD China, 2 Orang Tewas, 10 Lainnya Terluka

Global
Apa Tujuan Asli Putin Menginvasi Ukraina?

Apa Tujuan Asli Putin Menginvasi Ukraina?

Internasional
Hamas: Ebrahim Raisi, Sosok Terhormat Pendukung Palestina

Hamas: Ebrahim Raisi, Sosok Terhormat Pendukung Palestina

Global
ISIS Serang Wisatawan Asing di Afghanistan, Sektor Pariwisata Terguncang

ISIS Serang Wisatawan Asing di Afghanistan, Sektor Pariwisata Terguncang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com