Diduga KKN, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep Dilaporkan ke KPK

Kompas.com - 15/01/2022, 16:30 WIB

KOMPAS.com - Putra sulung dan bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun.

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Senin (10/1/2022), Ubedilah mengatakan, Gibran dan Kaesang diduga melakukan tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dengan salah satu grup bisnis yang disebut terlibat dalam kasus pembakaran hutan.

"Laporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis antara anak presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan," ujar Ubedilah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/1/2022).

Ubedilah menjelaskan, dugaan tersebut bermula saat PT SM yang telah menjadi tersangka pembakaran hutan pada 2015, dituntut membayar ganti rugi sebesar Rp7,9 triliun oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Akan tetapi, Mahkamah Agung (MA) hanya mengabulkan tuntutan ganti rugi senilai Rp78 miliar.

Baca juga: Benarkah 4 Tokoh Ini Dilaporkan ke KPK Terkait Agenda Politik 2024?

"Itu terjadi pada Februari 2019 setelah anak presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM," kata Ubedilah.

Menurut Ubedilah, adanya suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan Ventura membuktikan keterlibatan Gibran, Kaesang, dan anak petinggi PT SM dalam dugaan tindak KKN tersebut.

"Dua kali diberikan kucuran dana. Angkanya kurang lebih Rp99,3 miliar dalam waktu yang dekat. Setelah itu, anak presiden membeli saham di sebuah perusahaan yang angkanya juga cukup fantastis, Rp92 miliar,” ungkapnya.

“Itu bagi kami (pelapor) tanda tanya besar, apakah seorang anak muda yang baru mendirikan perusahaan bisa dengan mudah mendapatkan penyertaan modal dengan angka yang cukup fantastis kalau dia bukan anak presiden," imbuhnya.

Ubedilah mengaku, telah membawa bukti-bukti data perusahaan serta pemberitaan terkait adanya pemberian penyertaan modal dari Ventura dalam laporannya kepada KPK.

Baca juga: Ketua KPK Firli Bahuri Dimutasi Polri, Ini Posisinya

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.