Para Penggugat UU Cipta Kerja di MK

Kompas.com - 27/11/2021, 18:30 WIB
Ilustrasi pengadilan ShutterstockIlustrasi pengadilan

KOMPAS.com - Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa Undang-undang (UU) No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja inskonstitusional bersyarat dalam sidang gugatan pada Kamis (25/11/2021).

Putusan tersebut dibacakan langsung oleh Ketua MK, Anwar Usman, dalam sidang uji formil UU Cipta Kerja yang ditayangkan secara daring (online) pada Kamis (25/11/2021).

"Menyatakan pembentukan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945," ujar Anwar.

"(UI Cipta Kerja) tidak memiliki kekuatan hukum mengikat secara bersyarat, sepanjang tidak dimaknai dan tidak dilakukan perbaikan dalam waktu dua tahun sejak putusan ini diucapkan," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Kamis (25/11/2021), UU Cipta Kerja kandas di MK setelah digugat oleh seorang buruh bernama Hakiimi Irawan Bangkid Pamungkas, seorang pelajar bernama Novita Widyana, serta tiga orang mahasiswa bernama Elin Diah Sulistiyowati, Alin Septiana, dan Ali Sujito.

Baca juga: Akhir Tahun Ini Jokowi Diminta Putuskan Status Pandemi, MK: UU Tidak Berlaku Permanen

Adanya UU yang dianggap merugikan para buruh itu dikhawatirkan pemohon I, Hakiimi Irawan Bangkid Pamungkas, dapat menghapus aturan tentang jangka waktu bagi buruh kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Adapun kerugian hak konstitusional yang dialami Hakiimi antara lain terpangkasnya waktu istirahat mingguan, menghapus sebagian kebijakan pengupahan yang melindungi buruh, menghapus sanksi bagi pelaku usaha yang tidak membayar upah.

Pemohon II yaitu Novita Widyana merasa dirugikan karena dia berpotensi menjadi pekerja kontrak tanpa ada harapan menjadi pekerja tetap setelah lulus sekolah.

Sementara itu, pemohon III, IV, dan V, yakni Elin Diah Sulistiyowati, Alin Septiana, dan Ali Sujito, merasa dirugikan karena UU Cipta Kerja juga mengatur sektor pendidikan.

Menurut mereka bertiga, pendidikan bisa menjadi bisnis jika masuk ke dalam klaster pendidikan di UU Cipta Kerja.

(Penulis: Rakhmat Nur Hakim)

Sumber: KOMPAS.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.