Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Ini Daftar Korban Lainnya

Kompas.com - 20/05/2024, 13:30 WIB
Alinda Hardiantoro,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian dikonfirmasi meninggal dunia usai helikopter yang ditumpanginya jatuh di Provinsi Azerbaijan Timur pada Minggu (19/5/2024).

Informasi itu disampaikan salah satu pejabat senior Iran yang enggan disebutkan namanya.

"Presiden Ebrahim Raisi, menteri luar negeri dan seluruh penumpang helikopter tewas dalam kecelakaan itu,” kata pejabat tersebut, dilansir dari Reuters.

Raisi bersama romobongannya diketahui sedang melakukan perjalanan dari Azerbaijan untuk meresmikan sebuah bendungan pada Minggu (19/5/2024).

Lantas, siapa saja pejabat yang turut dalam rombongan helikopter Presiden Ebrahim Raisi?

Baca juga: Mengapa Presiden Iran Ikut Meresmikan Bendungan di Negara Azerbaijan?

Daftar penumpang helikopter yang tewas

Ada beberapa nama pejabat lain yang turut dalam rombongan itu, selain Raisi dan Hossein.

Mereka adalah Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur, Malek Rahmati, Ayatollah Mohammad Ali Ale-Hashem, perwakilan Pemimpin Revolusi Islam untuk Provinsi Azerbaijan Timur, serta pejabat dan pengawal lainnya.

Seluruh penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Sebanyak 73 tim penyelamat tiba di lokasi jatuhnya helikopter yang berada di dekat Jolfa, sebuah kota di perbatasan dengan negara Azerbaijan, sekitar 600 kilometer barat laut ibu kota Iran, Teheran.

Namun, seluruh bagian helikopter tersebut hangus terbakar.

Baca juga: Helikopter yang Bawa Presiden Iran Jatuh, Pencarian Masih Berlanjut

Yang terjadi usai Ebrahim Raisi meninggal

Dalam konstitusi Iran Pasal 131, sudah diatur mengenai pengganti seorang presiden yang meninggal dunia saat masih menjabat.

Apabila presiden meninggal dunia saat menjabat, wakil presiden pertama akan mengambil alih jabatan tersebut dengan persetujuan dari Pemimpin Tertinggi Iran.

Perlu diingat Pemimpin tertinggi Iran berperan sebagai penentu akhir urusan dalam dan luar negeri, sehingga membuat kekuasaan presiden negara tersebut menjadi kecil.

Sebuah dewan yang terdiri dari wakil presiden pertama, ketua parlemen, dan ketua pengadilan harus mengatur pemilihan presiden baru dalam jangka waktu maksimal 50 hari.

Dilansir dari CNN, Wakil Presiden Pertama Mohammad Mokhber akan mengambil jabatan tersebut jika presiden Raisi meninggal dunia.

Namun, keputusan ini menunggu persetujuan dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Para pejabat sebelumnya mengatakan bahwa saat ini Mokhber sedang dalam perjalanan menuju lokasi jatuhnya helikopter.

Sebagai informasi, Raisi terpilih sebagai presiden pada 2021 dan masa jabatannya akan berakhir pada 2025.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Catat, Daftar Libur Nasional 2024 Usai Idul Adha 1445 Hijriah

Catat, Daftar Libur Nasional 2024 Usai Idul Adha 1445 Hijriah

Tren
Kisah Ayah Jalan Kaki 16 Km Selama 3 Jam demi Kasih Makan Anak-Istri

Kisah Ayah Jalan Kaki 16 Km Selama 3 Jam demi Kasih Makan Anak-Istri

Tren
Spesifikasi Pesawat Tempur F-22 Raptor, Akan Mendarat di Indonesia untuk Pertama Kali

Spesifikasi Pesawat Tempur F-22 Raptor, Akan Mendarat di Indonesia untuk Pertama Kali

Tren
Promo Masuk Ancol Rp 150.000 untuk Semua Wahana pada 22 Juni 2024, Bisa Nonton Konser Dewa

Promo Masuk Ancol Rp 150.000 untuk Semua Wahana pada 22 Juni 2024, Bisa Nonton Konser Dewa

Tren
Penjelasan KAI Services soal Makanan Kedaluwarsa Dijual di Gerbong Kereta

Penjelasan KAI Services soal Makanan Kedaluwarsa Dijual di Gerbong Kereta

Tren
Ikan Mola-mola Raksasa Terdampar di Pantai AS, Spesies Mola Terbesar yang Pernah Ditemukan

Ikan Mola-mola Raksasa Terdampar di Pantai AS, Spesies Mola Terbesar yang Pernah Ditemukan

Tren
Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Indonesia 2024, Lengkap dari Aceh sampai Makassar

Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Indonesia 2024, Lengkap dari Aceh sampai Makassar

Tren
Hari Tanpa Bayangan Terjadi 21 Juni 2024, Apa Dampaknya?

Hari Tanpa Bayangan Terjadi 21 Juni 2024, Apa Dampaknya?

Tren
Apa Itu Beasiswa LPDP? Berikut Sejarah dan Beberapa Programnya

Apa Itu Beasiswa LPDP? Berikut Sejarah dan Beberapa Programnya

Tren
4 Kelompok Orang yang Tak Dianjurkan Makan Pisang, Siapa Saja?

4 Kelompok Orang yang Tak Dianjurkan Makan Pisang, Siapa Saja?

Tren
Daftar PTS Penerima KIP Kuliah 2024, Bisa Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku

Daftar PTS Penerima KIP Kuliah 2024, Bisa Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku

Tren
Kisah Naufal, Peserta SNBT Tunarungu yang Diminta Lepas Alat Bantu Dengar dan Berakhir Gagal

Kisah Naufal, Peserta SNBT Tunarungu yang Diminta Lepas Alat Bantu Dengar dan Berakhir Gagal

Tren
15 Anggota Polrestabes Medan Buron Kasus Perampokan, Ini Kronologi dan Daftar Namanya

15 Anggota Polrestabes Medan Buron Kasus Perampokan, Ini Kronologi dan Daftar Namanya

Tren
Tawarkan Kursi Cawagub Jakarta untuk PKS, Koalisi Prabowo Disebut Ingin Hentikan Langkah Anies

Tawarkan Kursi Cawagub Jakarta untuk PKS, Koalisi Prabowo Disebut Ingin Hentikan Langkah Anies

Tren
Pendaftaran LPDP 2024 Tahap 2 Dibuka Hari Ini, Simak Link, Syarat, dan Cara Daftarnya

Pendaftaran LPDP 2024 Tahap 2 Dibuka Hari Ini, Simak Link, Syarat, dan Cara Daftarnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com