Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramai soal Grup Facebook Jual-Beli Kendaraan "STNK Only" di Pati, Ini Kata Kapolres Pati

Kompas.com - 11/06/2024, 20:00 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kabupaten Pati di Jawa Tengah mendapatkan sorotan usai terjadi kasus pengeroyokan yang menewaskan bos rental mobil di Sukolilo, Pati pada Kamis (6/6/2024).

Kejadian tersebut membuat warganet ramai menyoroti adanya grup Facebook berisi jual-beli mobil atau kendaraan "STNK only" yang diduga hasil curian. 

Hal tersebut salah satunya dibahas akun media sosial X atau Twitter, @Txt_Babekota pada Minggu (9/6/2024).

Pengunggah membagikan hasil tangkap layar daftar grup Facebook jual-beli mobil "STNK only".

Nama grup-grup tersebut menyebutkan sejumlah kota di Jawa Tengah, misalnya, Pati, Jepara, Kudus, Rembang, Purwodadi, Demak, dan Semarang.

"Bjirr di scroll gk abis2 itu grup, jangan ditanya posisi aparat ada dimana?!" tulis pengunggah.

Hingga Senin (10/6/2024), unggahan tersebut telah tayang sebanyak 1,1 juta kali dan disukai 1.000 warganet.

Baca juga: 5 Fakta Kasus Pengeroyokan Bos Rental hingga Meninggal di Sukolilo Pati


Kata Kapolres Pati

Kapolres Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama menuturkan, pihaknya akan mengusut kecurigaan warganet terkait dugaan grup jual-beli kendaraan curian di Facebook.

Andhika mengatakan, Polres Pati akan bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah terkait temuan grup Facebook jual-beli kendaraan "STNK Only" yang ditengarai menjual kendaraan curian.

"Kita koordinasi dengan Polda untuk ngecek terkait pemberitaan tersebut," kata Andhika saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/6/2024).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pati Kompol M Alfan Armin M mengatakan, pihaknya masih menyelidiki asal-usul mobil yang hilang dalam kasus pengeroyokan di Pati.

”Terkait sudah berapa lama mobil itu disewa atau tidak dikembalikan kepada BH masih kami dalami, terkait kepemilikan Mobilio juga masih kami dalami,” kata Alfan.

Baca juga: Peran Tersangka Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Pati: Pertama Pukul Korban, Diikuti Warga Lain

Hukuman jual-beli kendaraan curian

Terkait kasus jual beli kendaraan curian, ahli hukum pidana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muchamad Iksan menuturkan sejumlah orang yang terlibat jual-beli kendaraan curian akan dijerat pasal penadahanan.

Disebutkan dalam Pasal 480 KUHP, seseorang dinyatakan sebagai penadah barang curian jika membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan, atau menyembunyikan sesuatu benda yang diketahui atau diduga diperoleh dari kejahatan penadahan.

Pasal 480 KUHP juga menyebutkan penadah barang curian terancam pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp 900.000.

Namun, penadah barang curian ringan yang nilainya kurang dari Rp 2,5 juta diatur dalam Pasal 482 KUHP akan diancam pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 900.000.

"Kalau memang penyidik mau menegakkan hukum praktik jual-beli barang hasil kejahatan ini, penyidik bisa menelusuri siapa penjual dan pembelinya, apa barangnya, dari mana asalnya, dan sebagainya," kata Iksan saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/6/2024).

Baca juga: Rangkuman “Minggu Kriminal” di Pati, Ada Pengeroyokan, Pembunuhan, Perampokan

Halaman:

Terkini Lainnya

Ada 'Strawberry Moon' di Indonesia, Apa Bedanya dengan Purnama Biasa?

Ada "Strawberry Moon" di Indonesia, Apa Bedanya dengan Purnama Biasa?

Tren
Ringan dan Mudah Dilakukan, Ini 6 Manfaat Jalan Kaki yang Perlu Diketahui

Ringan dan Mudah Dilakukan, Ini 6 Manfaat Jalan Kaki yang Perlu Diketahui

Tren
Adakah Batas Maksimal Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan?

Adakah Batas Maksimal Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan?

Tren
Polri Akan Berlakukan Tilang Berbasis Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut

Polri Akan Berlakukan Tilang Berbasis Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut

Tren
Bolehkah Memotong Kuku di Hari Tasyrik? MUI Ungkap Hukumnya

Bolehkah Memotong Kuku di Hari Tasyrik? MUI Ungkap Hukumnya

Tren
Manfaat 'Torpedo Kambing' bagi Pria, Benarkah Bisa Meningkatkan Gairah Seksual?

Manfaat "Torpedo Kambing" bagi Pria, Benarkah Bisa Meningkatkan Gairah Seksual?

Tren
Benarkah Penggunaan Obat GERD Berlebihan Bisa Memperparah Kondisi? Ini Penjelasan Guru Besar UGM

Benarkah Penggunaan Obat GERD Berlebihan Bisa Memperparah Kondisi? Ini Penjelasan Guru Besar UGM

Tren
Formasi CPNS Pemerintah Pusat 2024 Sudah Diumumkan, Lulusan SMA Bisa Daftar

Formasi CPNS Pemerintah Pusat 2024 Sudah Diumumkan, Lulusan SMA Bisa Daftar

Tren
Kenapa Sapi Kurban Mengamuk sebelum Disembelih? Ini Penjelasan Pakar

Kenapa Sapi Kurban Mengamuk sebelum Disembelih? Ini Penjelasan Pakar

Tren
Pisang dan Jeruk Disebut Tak Dianjurkan Dimakan Malam-malam, Ini Kata Ahli

Pisang dan Jeruk Disebut Tak Dianjurkan Dimakan Malam-malam, Ini Kata Ahli

Tren
Media Asing Soroti Suku Pedalaman Halmahera Keluar Hutan, Temui Pekerja Tambang

Media Asing Soroti Suku Pedalaman Halmahera Keluar Hutan, Temui Pekerja Tambang

Tren
Beberapa Bahaya Buang Darah dan Kotoran Hewan Kurban ke Selokan Umum

Beberapa Bahaya Buang Darah dan Kotoran Hewan Kurban ke Selokan Umum

Tren
Mulai 20 Juni, Berikut Jadwal Pertandingan Copa America 2024

Mulai 20 Juni, Berikut Jadwal Pertandingan Copa America 2024

Tren
Ramai soal Pajero Pelat Merah B 1803 PQH Dipakai Anak Muda di Yogya, Siapa Pemiliknya?

Ramai soal Pajero Pelat Merah B 1803 PQH Dipakai Anak Muda di Yogya, Siapa Pemiliknya?

Tren
Batal Naik, Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2024 Dikenakan UKT Tahun Lalu

Batal Naik, Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2024 Dikenakan UKT Tahun Lalu

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com