Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Menteri Jokowi Buka Suara soal Polwan Bakar Suami karena Judi Online

Kompas.com - 11/06/2024, 19:45 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Polwan di Mojokerto, Jawa Timur membakar suaminya karena kesal, gaji ke-13 yang seharusnya untuk kebutuhan rumah tangga habis untuk judi online

Pelaku Briptu FN membakar suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono di Asrama Polisi Polres Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (8/6/2024).

Berdasarkan pengakuan pelaku, suaminya sering menghabiskan uang gaji yang harusnya untuk membiaya ketiga anaknya, tapi digunakan untuk judi online.

"Motif dari kejadian ini, bahwa saudara almarhum Briptu RDW sering menghabiskan uang belanja yang harusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga anaknya, ini dipakai untuk, mohon maaf, main judi online," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto dikutip dari Kompas TV.

Baca juga: Menkominfo Turut Komentari Kasus Polwan Bakar Suami karena Judi Online, Apa Katanya?

Kasus tewasnya anggota polisi yang dibakar istrinya mendapatkan perhatian dari sejumlah pihak, termasuk dari menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menko PMK: judi sudah sangat parah

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy merespons kasus polwan bakar suami akibat kecanduan judi online. 

Pihaknya menilai, insiden nahas tersebut menunjukkan bagaimana pengaruh judi online ternyata sudah masuk pada level sangat parah.

"(Pengaruh judi online) sudah sangat parah lah, kita sudah tau lah itu," kata Muhadjir dikutip dari Kompas.com, Senin (10/6/2024).

Sebelumnya merujuk data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), total perputaran uang dari judi online sepanjang tahun 2023 mencapai Rp 327 triliun.

Selain itu, pada tahun 2023 PPATK juga menyebutkan, sebanyak 3,2 juta warga negara Indonesia tercatat bermain judi online, dengan 80 persennya, bermain dengan nilai taruhan di bawah Rp100.000.

Kemudian, pada triwulan pertama tahun 2024 saja PPATK mencatat agregat perputaran uang judi online sudah senilai Rp100 triliun.

Baca juga: Deretan Korban Tewas karena Judi Online, Terbaru Polwan Bakar Suami di Mojokerto

Menkominfo

Menteri Komunikasi dan Informatika atau Menkominfo Budi Arie Setiadi turut memberikan tanggapannya terkait kasus polwa bakar suaminya yang sesama polisi lantaran kecanduan judi online.

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat bersama Komisi I DR, Senayan, Jakarta, pada Senin (10/6/2024).

Budi menjelaskan bahwa Kominfo telah memblokir dua juta konten judi sejak dirinya menjabat menteri.

Selain itu, ia juga membantah terkait keberadaan judi online yang masih ada hingga kini disebabkan karena Kominfo tidak melakukan tugasnya dengan baik.

Sebab, menurut Budi, dirinya dilantik sebagai menteri, sudah ada dua juta lebih aplikasi dan konten judi online yang di take down.

Oleh karena itu, semua pihak harus saling berpartisipasi dan bekerja sama dalam upaya pemberantasan judi online yang marak terjadi saat ini.

"Karena internet ini kan borderless. Lintas negara. Servernya di negara lain. Aparat keamanan, termasuk juga akhirnya diputuskan dalam rapat terbatas presiden memutuskan pembentukan satgas judi online yang diketuai oleh Kemenko Polhukam, di mana saya sebagai ketua bidang pencegahan dan Kapolri sebagai ketua bidang penindakan," jelasnya.

"Karena itu pemberantasan judi online ini bukan satu tugas kementerian seperti Kominfo. Kominfo iya betul mencegah, men-take down. Tapi yang lain-lain mesti di institusi lain, OJK, BI karena sistem pembayaran dan sebagainya, ini lintas sektoral, termasuk luar negeri," sambungnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com