Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komnas Perempuan Kritik Budi Arie Usai Sebut Perempuan Lebih Kejam dari Laki-laki

Kompas.com - 11/06/2024, 20:15 WIB
Alinda Hardiantoro,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Siti Aminah Tardi menyayangkan pernyataan Menkominfo Budi Arie terkait kasus polwan bakar suami karena judi online di Mojokerto, Jawa Timur.

Untuk diketahui, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi sebelumnya mengatakan, kasus polwan bakar suami itu menunjukkan bahwa perempuan bisa lebih kejam dari seorang laki-laki.

Hal itu disampaikannya dalam rapat bersama Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/6/2024), Budi Arie 

"Kita harus berduka cita karena ada polisi yang ketika saya baca beritanya siapa yang membakar siapa, itu ternyata istrinya ya, ternyata perempuan itu lebih kejam dari lelaki ya," kata Budi.

"Ini tanpa gender stereotip loh. Yang istrinya membunuh suaminya polisi," sambungnya.

Baca juga: Menkominfo Turut Komentari Kasus Polwan Bakar Suami karena Judi Online, Apa Katanya?

Pernyataan Budi Arie seksis

Aminah menilai, sebagai seorang pejabat, Menkominfo semestinya bisa lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pendapat, agar tidak meneguhkan stereotip gender yang semakin menyudutkan perempuan.

Menurutnya, pernyataan itu juga mendistraksi perhatian publik pada persoalan sesungguhnya yang harus segera ditangani, yaitu judi online.

"Pernyataan dengan prasangka gender biasa juga disebut sebagai pernyataan yang seksis. Dalam konteks masyarakat patriarkis, pernyataan seksis lebih sering diarahkan kepada perempuan," terang Aminah, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/6/2024).

Ia menerangkan, apa yang disampaikan Menkominfo erat kaitannya dengan stereotip perempuan yang bersifat emosional sehingga bisa gelap mata, serta tidak bisa mengambil keputusan rasional saat menghadapi masalah.

Label seperti ini, kata Siti dia, menjadi salah satu faktor penghambat kepemimpinan perempuan karena diragukan kapasitasnya.

Baca juga: Motif Polwan Bakar Suami di Mojokerto, Sakit Hati Uang Belanja Dipakai Judi Online

Menggeser perhatian publik

Ia menuturkan, pernyataan tersebut juga bersifat over-generalisasi atas satu kasus yang bersifat individual.

Akibatnya, hal itu bisa berpotensi menggeser perhatian dari persoalan yang lebih utama, yaitu penanganan dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk judi online.

Dalam konteks kasus ini, Aminah juga menggarisbawahi bahwa tindakan pelaku dilakukan setelah ia menghadapi tabiat suami yang kerap menghabiskan uang keluarga untuk judi online.

Di sisi lain, sebagai seorang ibu, pelaku juga harus merawat 3 batita dengan jarak lahir yang dekat.

"Situasi ini menyebabkan kondisi perkawinan terus mengalami percekcokan, pemiskinan, dan tekanan psikologis yang begitu rupa bagi pihak istri," ujarnya.

Baca juga: Judi Online Makan Korban Aparat TNI dan Polri, Bukti Bom Waktu Berantas Setengah Hati?

Halaman:

Terkini Lainnya

Ada 'Strawberry Moon' di Indonesia, Apa Bedanya dengan Purnama Biasa?

Ada "Strawberry Moon" di Indonesia, Apa Bedanya dengan Purnama Biasa?

Tren
Ringan dan Mudah Dilakukan, Ini 6 Manfaat Jalan Kaki yang Perlu Diketahui

Ringan dan Mudah Dilakukan, Ini 6 Manfaat Jalan Kaki yang Perlu Diketahui

Tren
Adakah Batas Maksimal Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan?

Adakah Batas Maksimal Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan?

Tren
Polri Akan Berlakukan Tilang Berbasis Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut

Polri Akan Berlakukan Tilang Berbasis Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut

Tren
Bolehkah Memotong Kuku di Hari Tasyrik? MUI Ungkap Hukumnya

Bolehkah Memotong Kuku di Hari Tasyrik? MUI Ungkap Hukumnya

Tren
Manfaat 'Torpedo Kambing' bagi Pria, Benarkah Bisa Meningkatkan Gairah Seksual?

Manfaat "Torpedo Kambing" bagi Pria, Benarkah Bisa Meningkatkan Gairah Seksual?

Tren
Benarkah Penggunaan Obat GERD Berlebihan Bisa Memperparah Kondisi? Ini Penjelasan Guru Besar UGM

Benarkah Penggunaan Obat GERD Berlebihan Bisa Memperparah Kondisi? Ini Penjelasan Guru Besar UGM

Tren
Formasi CPNS Pemerintah Pusat 2024 Sudah Diumumkan, Lulusan SMA Bisa Daftar

Formasi CPNS Pemerintah Pusat 2024 Sudah Diumumkan, Lulusan SMA Bisa Daftar

Tren
Kenapa Sapi Kurban Mengamuk sebelum Disembelih? Ini Penjelasan Pakar

Kenapa Sapi Kurban Mengamuk sebelum Disembelih? Ini Penjelasan Pakar

Tren
Pisang dan Jeruk Disebut Tak Dianjurkan Dimakan Malam-malam, Ini Kata Ahli

Pisang dan Jeruk Disebut Tak Dianjurkan Dimakan Malam-malam, Ini Kata Ahli

Tren
Media Asing Soroti Suku Pedalaman Halmahera Keluar Hutan, Temui Pekerja Tambang

Media Asing Soroti Suku Pedalaman Halmahera Keluar Hutan, Temui Pekerja Tambang

Tren
Beberapa Bahaya Buang Darah dan Kotoran Hewan Kurban ke Selokan Umum

Beberapa Bahaya Buang Darah dan Kotoran Hewan Kurban ke Selokan Umum

Tren
Mulai 20 Juni, Berikut Jadwal Pertandingan Copa America 2024

Mulai 20 Juni, Berikut Jadwal Pertandingan Copa America 2024

Tren
Ramai soal Pajero Pelat Merah B 1803 PQH Dipakai Anak Muda di Yogya, Siapa Pemiliknya?

Ramai soal Pajero Pelat Merah B 1803 PQH Dipakai Anak Muda di Yogya, Siapa Pemiliknya?

Tren
Batal Naik, Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2024 Dikenakan UKT Tahun Lalu

Batal Naik, Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2024 Dikenakan UKT Tahun Lalu

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com