Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Penyebab Stres pada Anjing Peliharaan dan Cara Mengatasinya

Kompas.com - 23/03/2024, 14:01 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Sama seperti manusia, hewan peliharaan juga bisa mengalami stress maupun perasaan cemas, termasuk anjing.

Penting bagi pemilik anjing untuk mengenali kondisi dari hewan peliharaannya saat sedang stres maupun ketika mengalami gangguan kesehatan.

Hal itu demi bisa dengan cepat menangani kondisinya dan mengantisipasi risiko yang tidak diinginkan.

Baca juga: 7 Alasan Mengapa Anjing Peliharaan Anda Memakan Rumput

Menurut American Kennel Club, ciri-ciri umum anjing sedang mengalami stres antara lain:

  • Menggeram
  • Merengek atau menggonggong
  • Menjilat bibir berulang kali
  • Menguap berlebihan
  • Tubuhnya membungkuk
  • Hiperaktif
  • Sering mondar-mandir
  • Tubuhnya gemetar
  • Peningkatan denyut jantung.

Saat anjing peliharaan Anda merasa stres, tidak selalu mudah bagi mereka untuk memberi tahu pemiliknya.

Oleh karena itu, penting bagi Anda sebagai pemilik untuk mengenali tanda-tanda stres pada anjing, dan menemukan cara sederhana untuk mengurangi atau mengatasinya.

Baca juga: Ini Tanda Ketika Anjing Peliharaan Mengibas Ekornya, Pemilik Wajib Tahu


Penyebab stres pada anjing

Dilansir dari laman Petsies, ada banyak alasan berbeda mengapa anjing peliharaan merasa stres atau cemas, di antaranya:

  1. Ditinggal sendirian dalam waktu yang lama.
  2. Perubahan suasana atau lingkungan rumah, seperti pindah rumah atau kehadiran orang baru.
  3. Hilangnya teman peliharaan atau kehadiran hewan peliharan lain
  4. Kebisingan di rumah, seperti pekerjaan bangunan sedang dilakukan.
  5. Pemulihan dari operasi.
  6. Kurangnya penanganan yang rutin dan tidak konsisten dari pemiliknya.
  7. Konflik dengan hewan lain.
  8. Perubahan pola dan jam kerja Anda yang memengaruhi waktu di rumah.
  9. Nyeri sendi atau otot.
  10. Faktor usia. Anjing yang lebih tua mungkin kurang toleran terhadap perubahan dan menghindari interaksi sosial.

Baca juga: 6 Alasan di Balik Perilaku Anjing yang Mengejar Ekornya Sendiri

Cara mengatasi stres pada anjing

Cara mengatasi stres pada anjing.iStockphoto/Olena Kurashova Cara mengatasi stres pada anjing.

Dikutip dari laman Petplan, berikut adalah beberapa tips sederhana untuk mengurangi stres pada anjing:

  • Sediakan tempat yang aman dan tenang untuk anjing agar dapat bersembunyi dari hal atau situasi yang membuatnya tidak nyaman.
  • Jangan selalu lekat bersama anjing terus-menerus, karena membuatnya sulit menghadapi ditinggal sendirian. Cobalah untuk sesekali meninggalkan anjing Anda di ruangan lain.
  • Jangan mengerumuni anjing Anda atau membuat terlalu banyak keributan.
  • Jalani rutinitas anjing untuk tidur, makan, berolahraga, dan bermain.
  • Kontrol suara dan perilaku Anda kepada mereka.
  • Saat anjing sedang stres, jangan langsung mendekatinya. Perlahan turunkan tubuh Anda ke levelnya dan jangan melakukan kontak mata langsung.
  • Jika rutinitas Anda berubah dan anjing kurang beraktivitas, ajak mereka bermain.
  • Luangkan waktu bersama anjing Anda setiap hari untuk bermain atau mengajari perintah baru.
  • Jangan pernah memarahi anjing ketika mereka melakukan sesuatu yang Anda anggap salah.
  • Cobalah semprotan feromon di rumah, atau suplemen nutrisi yang diformulasikan khusus.

Baca juga: Anjing Disebut sebagai Hewan yang Buta Warna, Mengapa? Berikut Alasannya

Penyebab stres dan cara mengatasinya bisa berbeda-beda pada setiap anjing. Ada banyak faktor yang berperan saat menangani kondisi tersebut.

Jika perilaku cemas anjing Anda tetap terlihat bahkan ketika mereka jauh dari situasi stres, pertimbangkan untuk konsultasi ke dokter hewan. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Pelajar di Padang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Polisi hingga Meninggal, KPAI Desak Polri Berbenah

Pelajar di Padang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Polisi hingga Meninggal, KPAI Desak Polri Berbenah

Tren
5 Fakta Kecelakaan Pajero Vs Truk di Tol Semarang-Batang yang Menewaskan 4 Orang

5 Fakta Kecelakaan Pajero Vs Truk di Tol Semarang-Batang yang Menewaskan 4 Orang

Tren
Ahli Deteksi Kebangkitan Lubang Hitam 1 Juta Kali Massa Matahari, Apa Dampaknya?

Ahli Deteksi Kebangkitan Lubang Hitam 1 Juta Kali Massa Matahari, Apa Dampaknya?

Tren
Kapolda Jateng Ahmad Luthfi, Bukan Lulusan Akpol tapi Jadi Jenderal

Kapolda Jateng Ahmad Luthfi, Bukan Lulusan Akpol tapi Jadi Jenderal

Tren
'Expressive Writing', Mengatasi Kecemasan Berbicara di Depan Umum

"Expressive Writing", Mengatasi Kecemasan Berbicara di Depan Umum

Tren
Luhut Ingin Bentuk 'Family Office' untuk Konglomerat, Apa Itu?

Luhut Ingin Bentuk "Family Office" untuk Konglomerat, Apa Itu?

Tren
9 Artis Masuk Bursa Pilkada 2024, Siapa Saja?

9 Artis Masuk Bursa Pilkada 2024, Siapa Saja?

Tren
Catat, Ini Tarif Uang Pangkal Unsoed untuk Jalur Seleksi Mandiri 2024

Catat, Ini Tarif Uang Pangkal Unsoed untuk Jalur Seleksi Mandiri 2024

Tren
Beda Pandangan Timwas Haji DPR dan Kemenag soal Kuota Tambahan Haji Plus 2024

Beda Pandangan Timwas Haji DPR dan Kemenag soal Kuota Tambahan Haji Plus 2024

Tren
Kucing Langka Lynx Iberia Tak Lagi Masuk Daftar Hewan Terancam Punah

Kucing Langka Lynx Iberia Tak Lagi Masuk Daftar Hewan Terancam Punah

Tren
Cara Mengurus KTP Hilang secara Online dan Offline, Tak Perlu Surat Pengantar

Cara Mengurus KTP Hilang secara Online dan Offline, Tak Perlu Surat Pengantar

Tren
Jadwal, Link, dan Daftar PTN yang Buka Ujian Mandiri Online

Jadwal, Link, dan Daftar PTN yang Buka Ujian Mandiri Online

Tren
Profil Tanri Abeng, Mantan Menteri Era Soeharto-Habibie yang Meninggal Dunia

Profil Tanri Abeng, Mantan Menteri Era Soeharto-Habibie yang Meninggal Dunia

Tren
Benarkah Kedaluwarsa Kosmetik yang Sudah Dibuka Menyesuaikan PAO? Ini Kata BPOM

Benarkah Kedaluwarsa Kosmetik yang Sudah Dibuka Menyesuaikan PAO? Ini Kata BPOM

Tren
Ibu Hamil Disebut Perlu Hindari Makanan Laut agar Anak Tidak Autis, Ini Kata Ahli

Ibu Hamil Disebut Perlu Hindari Makanan Laut agar Anak Tidak Autis, Ini Kata Ahli

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com