Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Hewan yang Hidup di Kawasan Gunung Berapi

Kompas.com - 21/04/2024, 09:00 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Meskipun gunung berapi dapat menyebabkan kerusakan besar ketika meletus, keberadaannya juga dapat memberikan manfaat ekologis.

Kawasannya membentuk habitat khusus dan memiliki tanah yang subur. Bahkan setelah letusan besar, berbagai tumbuhan dan hewan dapat dengan cepat membangun kembali ekosistem.

Sejumlah spesies hewan telah beradaptasi untuk dapat tinggal dan berkembang biak di lingkungan berbahaya tersebut.

Baca juga: 9 Hewan dengan Waktu Tidur Terlama di Dunia, Ada yang Mencapai 22 Jam Sehari


Dirangkum dari beberapa sumber, berikut adalah beberapa spesies hewan yang hidup di kawasan gunung berapi:

1. Lesser flamingo

Ol Donyo Lengai di Tanzania adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Afrika dan di sisi utaranya terdapat Danau Natron, yang menjadi rumah bagi dua juta lesser flamingo (Phoenicoparrus minor).

Suhu air Danau Natron sering kali naik di atas 40 derajat celsius dan sangat basa. Kulit flamingo yang keras dan sisik di kakinya mencegah luka bakar, menurut BBC Earth.

Mereka juga memiliki kemampuan unik untuk meminum air mendekati titik didih, dan menghilangkan garam dari air menggunakan rongga hidungnya.

Baca juga: Gerhana Matahari Total Disebut Membuat Hewan Gelisah, Apa Penyebabnya?

2. Iguana darat Galapagos

Pulau Fernandina adalah gunung berapi Galapagos paling aktif dan paling murni. Itu merupakan rumah bagi beberapa spesies, termasuk iguana laut dan darat.

Semua spesies hewan di sana telah belajar cara beradaptasi dan tinggal di wilayah terpencil ini. Iguana darat betina memanfaatkan panas panas yang keluar dari gunung berapi.

Setiap tahun, hampir 2.000 iguana darat (Conolophus subcristatus) melakukan perjalanan dari pantai ke puncak La Cumbre, kemudian menuruni lereng terjal hingga ke dasar kawah.

Baca juga: Menilik Kehidupan di Aogashima, Sebuah Desa di Kawah Gunung Berapi Aktif Jepang

3. Burung kutilang vampir darat

Burung kutilang vampir darat (Geospiza septentrionalis) mengembangkan perilaku dan karakteristik khusus untuk bertahan hidup di Pulau vulkanik Wolf, Galapagos yang panas dan kering.

Mereka menjadi “vampir” dengan meminum darah untuk melengkapi makanannya dengan nektar kaktus, daging buah, dan isi telur burung.

Meminum darah berarti burung finch dapat mengonsumsi semua nutrisi yang dibutuhkan untuk memperkaya makanannya.

Baca juga: 10 Hewan Paling Mematikan di Dunia, Ada Nyamuk dan Gajah

4. Keong blackfoot Hawaii

Taman Nasional Gunung Api Hawaii adalah rumah bagi dua gunung berapi aktif, Mauna Loa dan Kilauea, dan juga menyimpan makanan lezat khas Hawaii yang disebut Opihi.

Dilansir dari laman Wildlife Informer, opihi atau keong blackfoot Hawaii (Cellana exarata) adalah siput air dengan cangkang yang menempel pada bebatuan.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com