Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Minum Air Kelapa, Siapa Saja Mereka?

Kompas.com - 20/12/2023, 18:30 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kelapa, terutama kelapa muda mempunyai air yang bisa diminum dengan rasa  sedikit manis dan menyegarkan.

Selain itu, air kelapa juga memiliki sejumlah manfaat yang baik bagi tubuh serta bisa diolah lebih lanjut menjadi dessert.

Meski begitu, terdapat sejumlah kelompok orang yang tidak boleh meminum air kelapa lantaran bisa memicu atau memperparah masalah kesehatan tertentu.

Lantas, siapa saja kelompok orang yang tidak boleh minum air kelapa?

Baca juga: Cara Mengonsumsi Air Kelapa untuk Menurunkan Berat Badan

Baca juga: 4 Efek Samping Daging Kelapa, Berpotensi Naikkan Berat Badan dan Kolesterol

7 kelompok orang yang tidak boleh minum air kelapa

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut setidaknya tujuh orang dengan kondisi tertentu yang tidak boleh meminum air kelapa:

1. Seseorang yang akan menjalani operasi

Dikutip dari WebMD, seseorang yang akan melakukan operasi, sebaiknya menghindari minum air kelapa dalam jangka waktu yang berdekatan.

Sebab, air kelapa memungkinkan dapat mengganggu tekanan darah dan kontrol gula darah selama dan setelah operasi.

Disarankan, hentikan mengonsumsi air kelapa setidaknya dua minggu sebelum jadwal operasi.

2. Seseorang yang mengonsumsi obat antihipertensi

Seseorang yang sedang mengonsumsi obat darah tinggi atau antihipertensi, perhatikan efek sampingnya jika bersamaan dengan air kelapa.

Pasalnya, air yang berasal dari kelapa ini diketahui dapat menurunkan tekanan darah.

Mengonsumsi air kelapa bersamaan dengan obat penurun tekanan darah dapat menyebabkan tekanan darah menjadi terlalu rendah.

3. Seseorang yang mengonsumsi obat antidiabetes

Untuk seseorang yang tengah rutin mengonsumsi obat kencing manis atau antidiabetes, hindari kombinasinya dengan air kelapa.

Perlu diketahui, air kelapa dapat memicu terjadinya penurunan kadar gula darah seseorang.

Sehingga, mengonsumsi air kelapa bersamaan dengan obat diabetes mungkin menyebabkan gula darah turun terlalu rendah.

Baca juga: 5 Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan Kulit, Dapat Melawan Jerawat dan Penuaan Kulit

4. Penderita fibrosis kistik

ilustrasi air kelapa. 7 kelompok orang yang tidak boleh minum air kelapa.Dok. Shutterstock/Here Asia ilustrasi air kelapa. 7 kelompok orang yang tidak boleh minum air kelapa.
Dilansir dari StyleCraze, penderita fibrosis kistik sebaiknya menghindari meminum air kelapa lantaran tidak aman dan dapat memperparah kondisi.

Diketahui, fibrosis kistik adalah kondisi di mana lendir-lendir di dalam tubuh menjadi lebih kental dan lengket.

Air kelapa sebaiknya dihindari oleh penderita fibrosis kistik lantaran mengandung kadar natrium rendah namun memiliki kalium yang cukup tinggi.

Padahal, penderita fibrosis kistik memiliki kadar garam dalam tubuh yang rendah, sehingga perlu ditingkatkan.

5. Penderita alergi tertentu

Sejumlah orang memiliki sejumlah alergi terhadap sesuatu, tak luput makanan atau minuman sehingga sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi.

Demikian pula air kelapa dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang-orang tertentu yang alergi terhadapnya.

Baca juga: Di Balik Manfaatnya, Ini 7 Efek Samping Air Kelapa Muda jika Dikonsumsi Berlebihan

6. Penderita penyakit jantung

Penderita penyakit jantung sebaiknya hindari untuk meminum air kelapa, terlebih jika rutin dilakukan.

Hal tersebut dapat menyebabkan kemungkinan jantung berdetak secara tidak teratur.

7. Penderita gangguan ginjal

Seseorang yang memiliki gangguan pada ginjalnya sebaiknya tidak meminum air kelapa karena dapat memperparah kondisi.

Air kelapa memiliki kandungan potasium yang cukup tinggi, hal itu kemudian dapat memberatkan kerja ginjal.

Baca juga: Manfaat Minyak Kelapa untuk Melembapkan Kulit

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Ini Daftar Korban Lainnya

Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Ini Daftar Korban Lainnya

Tren
Kaki Bayi Sehat Disebut Menunjukkan Refleks Plantar, Apa Itu?

Kaki Bayi Sehat Disebut Menunjukkan Refleks Plantar, Apa Itu?

Tren
Mengapa Presiden Iran Ikut Meresmikan Bendungan di Azerbaijan?

Mengapa Presiden Iran Ikut Meresmikan Bendungan di Azerbaijan?

Tren
Kasus Vina Cirebon, Nirbhaya New Delhi, dan 'No Viral No Justice'

Kasus Vina Cirebon, Nirbhaya New Delhi, dan "No Viral No Justice"

Tren
Kisah Ayah-Anak Berlayar ke Titik Terpencil di Dunia, Ombak dan Badai Bukan Bahaya Terbesar

Kisah Ayah-Anak Berlayar ke Titik Terpencil di Dunia, Ombak dan Badai Bukan Bahaya Terbesar

Tren
Urutan Lengkap 6 Buku Bridgerton Sesuai Kronologi Ceritanya, Beda dari Netflix

Urutan Lengkap 6 Buku Bridgerton Sesuai Kronologi Ceritanya, Beda dari Netflix

Tren
Seluruh Bagian Pesawat Hangus Terbakar, Harapan Presiden Iran Selamat Sangat Tipis

Seluruh Bagian Pesawat Hangus Terbakar, Harapan Presiden Iran Selamat Sangat Tipis

Tren
Ramai soal Pembalut Wanita Bekas Dicuci atau Langsung Dibuang, Ini Kata Dokter

Ramai soal Pembalut Wanita Bekas Dicuci atau Langsung Dibuang, Ini Kata Dokter

Tren
Helikopter yang Membawa Presiden Iran Ditemukan, Seluruh Bagian Hangus Terbakar

Helikopter yang Membawa Presiden Iran Ditemukan, Seluruh Bagian Hangus Terbakar

Tren
Benarkah Pembangunan Tol Jadi Solusi Jalanan Rawan Longsor di Sumatera Barat?

Benarkah Pembangunan Tol Jadi Solusi Jalanan Rawan Longsor di Sumatera Barat?

Tren
6 Fakta Pesawat Latih Jatuh di BSD, Sempat Hilang Kontak

6 Fakta Pesawat Latih Jatuh di BSD, Sempat Hilang Kontak

Tren
Cerita Perempuan di Surabaya, 10 Tahun Diteror Teman SMP yang Terobsesi

Cerita Perempuan di Surabaya, 10 Tahun Diteror Teman SMP yang Terobsesi

Tren
Ucapan dan Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2024

Ucapan dan Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2024

Tren
Polisi Ungkap Kronologi Pesawat Latih Jatuh di BSD Tangerang Selatan

Polisi Ungkap Kronologi Pesawat Latih Jatuh di BSD Tangerang Selatan

Tren
Kasus Covid-19 di Singapura Naik Nyaris 2 Kali Lipat, Diproyeksi Meledak Juni 2024

Kasus Covid-19 di Singapura Naik Nyaris 2 Kali Lipat, Diproyeksi Meledak Juni 2024

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com