Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kejanggalan Rekaman CCTV Siswi SD Buta akibat Dicolok Tusuk Bakso

Kompas.com - 20/09/2023, 14:15 WIB
Alinda Hardiantoro,
Farid Firdaus

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Polisi mengklaim telah mengantongi rekaman CCTV terkait kasus siswi sekolah dasar (SD) di Menganti, Gresik, Jawa Timur berinisial SAH (8) yang buta akibat dicolok tusuk bakso oleh siswa lain pada 7 Agustus 2023.

Berbeda dengan keterangan keluarga yang mengaku sulit mendapat rekaman tersebut, kepolisian mengatakan pihak sekolah cukup kooperatif memberikan rekaman CCTV tersebut.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Sat Reskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih Riza mengonfirmasi hal tersebut.

"Untuk rekaman CCTV-nya ini sedang dianalisis, sudah kami ambil (dari pihak sekolah)," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Senin (18/9/2023).

Polisi juga telah menyita barang bukti berupa Digital Recorder (DVR) CCTV. Meski demikian, rekaman CCTV tersebut diketahui sudah terhapus.

Berikut sejumlah fakta mengenai rekaman CCTV kasus siswi SD dicolok tusuk bakso hingga buta:

Baca juga: Kasus Siswi SD di Gresik Buta Dicolok Tusuk Bakso, Ini Kata Psikolog

1. Rekaman CCTV saat kejadian hilang

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengaku menemukan kejanggalan pada rekaman CCTV yang sudah disita pihaknya.

Pasalnya, tanggal kejadian dengan laporan yang diterima polisi tidaklah sama. Ada jeda waktu beberapa hari.

"Karena kejadian itu tanggal 7 (Agustus 2023), sedangkan kami dapat laporan itu tanggal 28 (Agustus 2023). Jadi, rekaman CCTV itu sudah hilang, terhapus," kata dia, dikutip dari Kompas.com, Selasa (19/9/2023).

Oleh sebab itu, Aldhino belum bisa mengungkap pelaku yang menusuk mata korban.

2. Tidak ada CCTV mengarah ke lokasi

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Aldhino memaparkan tidak ada kamera CCTV yang mengarah langsung ke lorong, tepat korban mendapat tindak kekerasan.

"Dari enam kamera CCTV memang tidak ada yang langsung mengarah ke lorong itu, tapi kan ada yang mengarah ke halaman sekolah," ucap Aldhino, dilansir dari Kompas.com, Selasa.

Baca juga: Polda Jatim Turun Tangan dalam Kasus Mata Siswi SD Dicolok Pakai Tusuk Bakso di Gresik

3. Rekaman CCTV sedang dianalisis

Untuk mengungkap kejadian sebenarnya, Satreskrim Polres Gresik memutuskan untuk mengirim Digital Video Recorder (DVR) rekaman CCTV sekolah ke laboratorium forensik (labfor) Polda Jatim.

"Kami masih menunggu hasil analisis rekaman CCTV di sekolah. DVR yang sudah kami sita, sudah kami kirim ke labfor Polda. Untuk hasilnya, kami masih menunggu," tutur Aldhino kepada Kompas.com, Selasa.

Dia mengatakan, DVR yang diamankan itu memiliki format penyimpanan 12 hari.

Untuk diketahui, DVR adalah alat untuk memonitor dan merekam obyek gambar yang tampak oleh kamrea CCTV.

Dengan pemeriksaan di labfor Polda, diharapkan apa yang terekam oleh CCTV dapat diketahui untuk mengungkap kejadian, termasuk kejanggalan rekaman yang terhapus.

Baca juga: Siswi yang Matanya Dicolok dengan Tusuk Bakso Ingin Pindah Sekolah, Bupati Gresik Akan Fasilitasi

4. Rekaman CCTV sempat tidak diberikan

Sebelum disita pihak kepolisian, pihak sekolah menutur polisi sempat enggan memberikan rekaman itu kepada keluarga korban.

Pihak sekolah beralasan hanya ingin memberikan rekaman CCTV tersebut kepada pihak yang berkompeten.

"Pihak sekolah memang mengarahkan (keluarga) untuk koordinasi dengan Polsek (polisi). Makanya saat kami minta sekolah memberikan," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih Riza, dilansir dari Kompas.com, Senin.

Diberitakan sebelumnya, SAH diduga dicolok dengan tusuk bakso oleh siswa lain yang meminta uang kepadanya secara paksa.

Lantaran tak memberikan uang tersebut, pelaku mencolok mata kanan SAH dengan tusuk bakso hingga korban mengalami gangguan penglihatan.

(Sumber: Kompas.com/ Pythag Kurniati, Hamzah Arfah, Reza Kurnia Darmawan | Editor: Pythag Kurniati, Farid Assifa, Reza Kurnia Darmawan).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com