Kompas.com - 10/05/2022, 07:29 WIB

KOMPAS.com - Kasus hepatitis akut misterius tengah menjadi sorotan banyak pihak.

Pasalnya selain menyerang anak-anak di Eropa, AS, dan Asia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan kasus hepatitis akut tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

WHO mencatat setidaknya 228 kemungkinan kasus hepatitis akut dari 20 negara.

Indonesia dilaporkan telah mengidentifikasi 15 kasus hepatitis berat yang tidak diketahui asalnya setelah melaporkan tiga kematian di antara kelompok usia anak.

Reuters menulis, informasi itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (9/5/2022).

Baca juga: Ramai soal Hepatitis Akut Misterius, Akankah Sekolah Kembali Online?

Lantas, bagaimana cara mencegah penularan kasus hepatitis dan apa langkah pencegahannya?

Apa itu hepatitis akut misterius?

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (FK Unpad) Dwi Prasetyo menjelaskan, hepatitis misterius sejatinya merupakan penyakit hepatitis yang tidak diketahui etiologinya.

Hal ini terungkap setelah pemeriksaan awal yang dilakukan otoritas kesehatan Inggris terhadap pasien anak-anak yang terindikasi terkena penyakit tersebut.

“Hepatitis yang biasa kita kenal ada A, B, C, D, dan E. Kejadian di Inggris itu sudah diperiksa ternyata negatif lima hepatitis tersebut. Makanya mereka melaporkan jenis hepatitis yang tidak diketahui etiologinya atau jenis hepatitis non-A, B, C, D, E,” ujarnya, dilansir dari laman Unpad (8/5/2022).

Sejauh ini, para ahli masih menyelidiki penyebab dari hepatitis misterius tersebut.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengeluarkan kewaspadaan terhadap penularan hepatitis akut tersebut.

Baca juga: Bagaimana Cara Penularan Hepatitis Akut Misterius?

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof Dwi Prasetyo.unpad.ac.id Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof Dwi Prasetyo.
Hal ini pun direspons Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan mengeluarkan imbauan kewaspadaan dini, terutama untuk dokter anak, dokter umum, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

Lebih lanjut, Kepala Divisi Gastrohepatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad ini menjelaskan, imbauan kewaspadaan IDAI tersebut dikeluarkan mengingat banyak kasus yang dilaporkan terjadi pada kelompok anak-anak.

“Saat ini yang dilaporkan masih anak-anak, tetapi tidak mustahil bisa menular ke orang dewasa. Sekarang masih ditelusuri,” ujarnya.

Baca juga: Muncul Hepatitis Akut Misterius yang Menular Lewat Saluran Pernapasan, Pakai Masker Tetap Perlu?

Anak-anak rentan tertular penyakit hepatitis akut misterius

Dwi mengatakan, anak-anak rentan tertular penyakit hepatitis akut misterius.

Salah satu faktornya lantaran perkembangan imunitas atau daya tahan tubuh anak yang belum kuat.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.