Kompas.com - 11/05/2021, 13:00 WIB
Tangkapan layar klaim yang menyebutkan twit aneh Ustadz Tengku Zulkarnaen Tim Cek Fakta Kompas.comTangkapan layar klaim yang menyebutkan twit aneh Ustadz Tengku Zulkarnaen
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Beredar tangkapan layar di media sosial yang mengklaim bahwa Ustaz Tengku Zulkarnain menulis Twit aneh sebelum meninggal.

Salah satu pengunggahnya adalah akun Facebook dpyoedha.

Dari penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, diketahui bahwa informasi tersebut perlu diluruskan.

Twit pertama dalam tangkapan layar memang berasal dari unggahan Ustadz Tengku Zulkarnaen, namun twit ketiga yang disebut aneh itu dibuat oleh akun palsu (bukan Ustaz Tengku Zulkarnain).

Narasi yang beredar

Akun Facebook dpyoedha mengunggah foto yang merupakan tangkapan layar Twitter percakapan antara Ustadz Tengku Zulkarnain dengan warganet.

Dia mengunggah tangkapan layar itu pada Senin (10/5/2021). Terdapat 3 Twit yang ada di sana.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Twit paling atas menuliskan doa untuk kaum muslimin yang wafat karena Covid-19. Harapannya mereka diampuni dan dimuliakan Allah. Nama akunnya tertutup dan hanya terlihat @ustadt...

Lalu Twit kedua berisi tanggapannya, yang berisi ujaran sarkasme kepada Ustadz Tengku Zulkarnain. Nama akun juga tidak terlihat lengkap. Nama yang terlihat hanya MbarepKakangAdhi.

Sementara itu Twit ketiga, dibuat oleh @ustadtengkuzu1 dengan foto profil yang sama dengan akun di Twit pertama. Dia menulis narasi yang disebut oleh akun Facebook dpyoedha sebagai Twit Ustadz Zulkarnain, yaitu:

"Kamu pikir orang kaya saya bisa mati ?"

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X