Wisnu Nugroho
Pemimpin Redaksi Kompas.com

Wartawan Kompas. Pernah bertugas di Surabaya, Yogyakarta dan Istana Kepresidenan Jakarta dengan kegembiraan tetap sama: bersepeda. Menulis sejumlah buku tidak penting.

Tidak semua upaya baik lekas mewujud. Panjang umur upaya-upaya baik ~ @beginu

Idul Fitri, Ketidakpatuhan dan Lingkaran Kekuasaan

Kompas.com - 11/05/2021, 09:32 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Hai, apa kabarmu? Semoga kabarmu baik karena anugerah kesehatan di pengujung Ramadhan 2021.

Sebulan penuh umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah dalam suasana yang berbeda.

Tahun lalu, kita mengalami hal yang kurang lebih sama. Namun, tahun ini suasananya sedikit berbeda.

Tahun lalu, larangan mudik lebih dipatuhi karena kekhawatiran kita begitu tinggi akan penyebaran virus Covid-19 yang belum banyak kita ketahui.

Tahun ini, larangan mudik seperti membentur tembok. Mungkin karena kejenuhan yang menumpuk. Mungkin karena perasaan lebih aman lantaran vaksin dan klaim kemampuan pemerintah mengendalikan.

Memang banyak yang sadar tidak mudik karena mempertimbangkan kesehatan, keselamatan dan kehidupan bersama yang lebih baik. Namun, banyak juga yang mengabaikannya dan nekat karenanya.

Rombongan pemudik beberapa kilometer panjangannya yang memaksa melintas di tengah larangan adalah gambaran ketidakpatuhan. Sebuah cermin yang membahayakan.

Polisi dan aparat keamanan kemudian mengambil diskresi untuk meloloskan lantaran menghindari kerumuman. Pemeriksaan di pos berikutnya jadi andalan pencegahan. Semoga benar-benar dilakukan.

Jika ternyata tidak dilakukan dan diloloskan sampai kampung halaman, bagaimana sikap kita menghadapi situasi seperti ini?

Sebelum sampai bagaimana seharusnya sikap kita, data yang dihimpun Kepolisian Republik Indonesia bisa jadi acuan.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.