Amanat Penderitaan Nakes RS Wisma Atlet

Kompas.com - 07/05/2021, 10:54 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pusat mengumumkan per Selasa (26/1) pukul 15.55 WIB, terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 13.094 orang sehingga total telah mencapai 1.012.350 kasus di Indonesia.  ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pusat mengumumkan per Selasa (26/1) pukul 15.55 WIB, terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 13.094 orang sehingga total telah mencapai 1.012.350 kasus di Indonesia. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

MELALUI WAG Satupena Indonesia saya memperoleh surat edaran memaklumatkan Amanat Penderitaan Nakes RS Wisma Atlet yang agar bebas keliru saya copas sesuai aslinya sebagai berikut:

Amanat penderitaan Nakes

Setahun sudah Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet atau RSDC Wisma Atlet menampung dan merawat pasien covid-19. Sejak dibuka pertama kali pada 23 Maret 2020, RSDC Wisma Atlet Kemayoran menjadi RSD terbesar di Asia bahkan di dunia.

Untuk menunjang aktivitas RSDC Wisma Atlet merekrut tenaga kesehatan yang cukup besar. Tercatat ada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang direkrut, terdiri dari 1545 perawat dan 249 dokter.

Belum lagi tenaga kesehatan yang lain seperti epidemiolog, sopir ambulance, sanitarian, apoteker ahli teknologi lab medik, elektromedik dan fisikawan medik.

Menanggapi keluhan atas menunggaknya pembayaran insentif sejumlah nakes di RSDC Wisma Atlet, Jaringan Nakes Indonesia telah membuat Posko dan menerima pengaduan sejumlah nakes.

Sampai dengan malam ini, Rabu 5 Mei 2021 pukul 20.00 WIB tercatat sudah 500 nakes yang mengadukan adanya penunggakan insentif nakes.

Sebagian nakes mengeluhkan tidak menerima insentif sejak bulan November 2020. Namun mayoritas menyatakan sejak Desember mereka tidak lagi menerima insentif dan berlanjut hingga April 2021 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk bulan Mei 2021 ini juga belum nampak ada pencairan, karena biasanya pencairan insentif diberikan antara tanggal 16-20 setiap bulannya. Kondisi ini sangat memprihatinkan.

Di tengah tingginya resiko dan kerentanan yang dihadapi para nakes harus menanggung beban penunggakan pembayaran insentif. Padahal, para nakes juga tetap harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mulai dari transport, makan, tempat tinggal, kuota internet dan lain-lain.

Terlebih bagi mereka yang sudah berkeluarga. Tanggung jawab yang diemban berkali lipat terutama bagi nakes perempuan. Keluarga para nakes juga terhimpit antara kebutuhan ekonomi, keinginan untuk bisa berkumpul dan bayangan resiko tertular.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X