Saat Asrama hingga Pondok Pesantren Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa yang Terjadi dan Harus Bagaimana?

Kompas.com - 11/07/2020, 11:17 WIB
Warga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan Virus Corona di kawasan Bantul, Yogyakarta, Selasa (23/6/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu mengingatkan warga agar waspada terhadap Covid-19 sekaligus mendukung perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOWarga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan Virus Corona di kawasan Bantul, Yogyakarta, Selasa (23/6/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu mengingatkan warga agar waspada terhadap Covid-19 sekaligus mendukung perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19.

KOMPAS.com - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mencatat Jawa Barat menjadi provinsi dengan penambahan kasus virus corona tertinggi pada Kamis (9/7/2020).

Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) di Bandung menjadi klaster baru virus corona.

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dari 1.262 yang positif hanya 17 orang yang dirawat dan diisolasi di rumah sakit karena sejumlah keluhan, mulai dari demam, batuk, dan gangguan pernapasan.

Baca juga: Indonesia Disebut Masuk Fase Berbahaya, Kapan Pandemi Akan Berakhir?

Selain secapa AD, baru-baru ini juga ditemukan kasus Covid-19 di Pondok Modern Gontor 2 di Desa Mandusari, Kecamatan Siman, Ponorogo.

Awalnya sebanyak 7 orang terdeteksi, lalu jumlahnya naik menjadi 11 orang hingga Kamis, (9/7/2020).

Dilansir Kompas.com, Kamis (9/7/2020), santri-santri tersebut berasal dari berbagai daerah.

Langkah yang diambil kemudian adalah rapid test masif bagi seluruh penghuni pondok. Total penghuni pondok ada 1.798 orang.

Terbaru Pondok Pesantren di Kecamatan Jatisrono, Wonogiri menjadi klaster baru Covid-19, menyusul pengasuh dan enam keluarganya positif Covid-19.

Baca juga: Simak Potensi Penularan Virus Corona, dari Udara hingga Menempel di Benda Mati

Lantas apa yang menjadi penyebab masifnya penyebaran Covid-19 di asrama atau pondok pesantren?

Epidemiolog dari Universitas Griffith Dicky Budiman mengatakan suatu kondisi ruangan tertutup dengan banyak orang seperti asrama, pondok pesantren, diklat atau boarding school tentu sangat rentan terjadinya penularan.

"Terutama karena faktor indoor, kerapatan, dan besar kemungkinan dari mekanisme penularan droplets, fomite (benda yang tercemar virus) dan airborne aerosol juga," katanya kepada Kompas.com, Jumat (10/7/2020).

Lanjutnya, sebab penyebaran di pondok atau asrama masif adalah karena umumnya faktor ventilasi dan sirkulasi tidak optimal.

Selain itu juga dengan kondisi banyaknya orang, maka ada barang-barang atau benda yang digunakan bersama.

Baca juga: Virus Corona Menular Lewat Droplet dan Airborne, Apa Bedanya?

Potensi penularan

6 Warga Positif Covid-19, TIm Gugus Tugas Percepatan Penangulangan Covid-19 Kota Parepare, Lakukan SterilisasiSUDDIN SYAMSUDDIN 6 Warga Positif Covid-19, TIm Gugus Tugas Percepatan Penangulangan Covid-19 Kota Parepare, Lakukan Sterilisasi

Potensi penularan akibat penggunaan barang secara bersama seperti meja, kursi atau sarana lainnya akan membuka peluang penularan.

Bahkan toilet bersama juga diketahui merupakan salah satu tempat yang tinggi konsentrasi virusnya.

Protokol kesehatan yang tidak diikuti, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, bisa menambah besar potensi penularannya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gambar Kepala Beruang Karya Leonardo Da Vinci Dihargai Rp 236 Miliar

Gambar Kepala Beruang Karya Leonardo Da Vinci Dihargai Rp 236 Miliar

Tren
Kapan Lebaran 2021 dan Cara Penentuan Idul Fitri 1442 H

Kapan Lebaran 2021 dan Cara Penentuan Idul Fitri 1442 H

Tren
Viral Detik-detik Kereta Serempetan dengan Bus di Solo, Begini Kejadiannya

Viral Detik-detik Kereta Serempetan dengan Bus di Solo, Begini Kejadiannya

Tren
Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2021 dan Cara Menentukan Hilal 1 Syawal

Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2021 dan Cara Menentukan Hilal 1 Syawal

Tren
Lowongan Kerja Lion Air Lulusan SMA/SMK, D3 hingga S1, Pendaftaran Ditutup 31 Mei

Lowongan Kerja Lion Air Lulusan SMA/SMK, D3 hingga S1, Pendaftaran Ditutup 31 Mei

Tren
Viral Foto Warung Bernama 'Filosofi Degan' Bak Judul FIlm Layar Lebar, Ini Cerita di Baliknya

Viral Foto Warung Bernama "Filosofi Degan" Bak Judul FIlm Layar Lebar, Ini Cerita di Baliknya

Tren
Viral Unggahan Efek Mabuk Makan Kecubung, Ini Penjelasan Peneliti LIPI

Viral Unggahan Efek Mabuk Makan Kecubung, Ini Penjelasan Peneliti LIPI

Tren
Spesifikasi Senjata Api SS2-V5 A1 Garapan Pindad untuk Komcad

Spesifikasi Senjata Api SS2-V5 A1 Garapan Pindad untuk Komcad

Tren
Kronologi 'Debt Collector' Rampas Mobil Pengantar Orang Sakit hingga Bikin Kodam Jaya Marah

Kronologi "Debt Collector" Rampas Mobil Pengantar Orang Sakit hingga Bikin Kodam Jaya Marah

Tren
Cara Setujui Kebijakan Baru WhatsApp dan Apa yang Terjadi jika Menolak

Cara Setujui Kebijakan Baru WhatsApp dan Apa yang Terjadi jika Menolak

Tren
10 Kesalahan dalam Dapur yang Bisa Menghambat Penyajian Menu Lebaran

10 Kesalahan dalam Dapur yang Bisa Menghambat Penyajian Menu Lebaran

Tren
China Konfirmasi Roket Long March 5B Jatuh di Dekat Maladewa

China Konfirmasi Roket Long March 5B Jatuh di Dekat Maladewa

Tren
[HOAKS] Penumpang dari China Berbondong-bondong ke RI Naik Lion Air pada 4 Mei 2021

[HOAKS] Penumpang dari China Berbondong-bondong ke RI Naik Lion Air pada 4 Mei 2021

Tren
WN China Bisa Masuk Indonesia, Sementara Pemudik Diburu hingga Menangis

WN China Bisa Masuk Indonesia, Sementara Pemudik Diburu hingga Menangis

Tren
Video Viral Benda Berwarna Merah Jatuh dari Langit, Ini Penjelasan Lapan

Video Viral Benda Berwarna Merah Jatuh dari Langit, Ini Penjelasan Lapan

Tren
komentar
Close Ads X