Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Negara yang Ganti Menteri Kesehatan Selama Pandemi Covid-19

Kompas.com - 02/07/2020, 07:29 WIB
Luthfia Ayu Azanella,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Virus corona telah menyebar setengah tahun ini sejak teridentifikasi pertama kali di Wuhan, China akhir tahun 2019 lalu. Sebanyak 10,6 juta orang telah terinfeksi dan 514.691 orang meninggal karena Covid-19. 

Hampir semua negara yang saat ini telah terinfeksi, tidak ada yang siap dengan adanya pandemi virus corona ini.

Tak heran apabila fasilitas kesehatan menjadi kewalahan seperti saat terjadi wabah di China, Italia, Amerika Serikat, Iran dan India. Negara dengan jumlah kasus infeksi cukup banyak. 

Selain itu, ada sejumlah menteri kesehatan yang merasa tidak sanggup menangani pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19 ini dan memutuskan mundur. 

Meskipun ada juga yang memilih mundur, akibat tidak sejalan dengan pemimpin negara dalam upaya mengatasi pandemi. 

Berikut ini adalah 7 negara yang menteri kesehatannya mundur selama 6 bulan pandemi corona di dunia. 

1. Belanda - Bruno Bruins

Menteri Kesehatan Belanda Bruno Bruins mengundurkan diri dari posisinya setelah ambruk saat debat soal penanganan krisis pandemi oleh pemerintah di parlemen dan menyatakan dirinya lelah dan perlu beristirahat di rumah semalam.

Selama ini, ia menjadi pihak yang bertanggung jawab atas pandemi dan krisis yang diakibatkan oleh Covid-19 di negaranya.

Mengutip Dutch News, 19 Maret 2020, pengumuman resmi dari Pemerintah Belanda tidak menyebutkan alasan pasti soal pengunduran diri sang Menkes.

Hal ini mengagetkan, karena tidak ada yang menduga Bruins akan lepas dari jabatannya dalam waktu secepat itu.

Baca juga: Kasus di Belanda, Virus Corona Mungkin Berasal dari Cerpelai

2. Rumania - Victor Costache

Mamntan Menteri Kesehatan Rumania Victor Costachefacebook Mamntan Menteri Kesehatan Rumania Victor Costache

Di urutan kedua menteri kesehatan yang melepaskan jabatannya di masa pandemi adalah Menteri Kesehatan Rumania, Victor Costache.

Melansir Balkan Eu, 26 Maret 2020Costache disebut mengundurkan diri dari jabatannya untuk rencananya melakukan tes massal Covid-19 pada warga Bukares.

Rencananya itu dicanangkan tanpa terlebih dahulu melihat kondisi ketersediaan alat-alat juga logistik yang diperlukan.

Pengumuman itu ia sampaikan melalui sejumlah saluran televisi.

Ia bahkan menyampaikan pada sang Perdana Menteri untuk menyerahkan posisinya kepada sang wakil menteri.

Setelah menyatakan hal itu, ia pun diminta segera mengundurkan dirim dan meminta maaf kepada publik.

Baca juga: Virus Corona, PM Selandia Baru Umumkan Potong Gaji 20 Persen Selama 6 Bulan

3. Selandia Baru - David Clark

David Clark yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan Selandia Baru akhirnya harus turun dari posisinya akibat diketahui melanggar aturan penguncian wilayah yang seharusnya ditaati semua pihak.

Ia mengunjungi sebuah pantai yang berjarak 20 km dari rumahnya di akhir pekan pertama masa kuncian. Hal itu merupakan satu pelanggaran yang semestinya tidak dicontohkan oleh seorang pejabat negara.

Clark mendatangi pantai untuk mengantar keluarganya, dikutip dari The Guardian, 7 April 2020.

Di lain kesempatan, ia juga terpergok tengah mengayuh sebuah sepeda gunung di area yang berjarak 2 km dari rumahnya.

Untuk itulah ia dipecat atau diturunkan.

Atas hal yang ia perbuat, Clark meminta maaf dan mengakuinya sebagai tindakan yang buruk di saat ia dan jajarannya meminta masyarakat untuk tinggal dan olahraga dari dalam rumah.

4. Ekuador - Catalina Andramuno

Catalina Andramunofacebook kementerian kesehatan ekuador Catalina Andramuno

Menteri Kesehatan Ekuador, Catalina Andramuno mengundurkan diri dari posisinya beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan jumlah kasus infeksi Covid-19 di negaranya mencapai angka 500 kasus.

Dalam artikel Reuters, 22 Maret 2020 tidak disebutkan apa alasan pasti dari keputusan ini, namun tak lama dari itu pemerintah menunjuk sosok baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Andramuno.

Namun sebelumnya, terdapat keluhan yang disampaikan para tenaga medis akan minimnya alat perlindungan diri yang tersedia bagi mereka untuk bertugas merawat pasien Covid-19.

Baca juga: Jenazah Korban Virus Corona Tergeletak di Jalan, Wapres Ekuador Minta Maaf

5. Kirgistan - Kosmosbek Cholponbaev

Kosmosbek Cholponbaev (kanan) saat bersama perwakilan USAIDKosmosbek Cholponbaev Kosmosbek Cholponbaev (kanan) saat bersama perwakilan USAID

Selanjutnya adalah Menteri Kesehatan Kirgistan Kosmosbek Cholponbaev yang turun dari jabatannya sebagai menteri kesehatan.

Sebagaimana diberitakan 24KG, 1 April 2020, ia melepas jabatannya itu bukan mengundurkan diri, tapi karena dipecat atau diberhentikan.

Pemberhentian ini disetujui oleh Presiden Sooronbai Jeenbekotv dengan ditandatanganinya dekrit presiden.

Pemberhentian ini ditandatangani setelah sebelumnya kementerian yang dipimpin Cholponbaev dikritik hebat akibat dianggap tidak mampu menangani wabah Covid-19 yang ada di Kirgistan.

Baca juga: Menkes Brasil Dipecat Usai Berselisih dengan Presiden soal Penanganan Covid-19

6. Brasil - Luiz Mandetta dan Nelson Teich

Luiz Henrique Mandetta saat masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan Brasil, dalam konferensi pers untuk memberikan perkembangan terkini tentang virus corona di Brasil. Mandetta dipecat pada Kamis (16/4/2020) akibat perselisihan yang kian meruncing dengan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, terkait penanganan virus corona. Foto diambil pada 15 April 2020.Ueslei Marcelino/REUTERS Luiz Henrique Mandetta saat masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan Brasil, dalam konferensi pers untuk memberikan perkembangan terkini tentang virus corona di Brasil. Mandetta dipecat pada Kamis (16/4/2020) akibat perselisihan yang kian meruncing dengan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, terkait penanganan virus corona. Foto diambil pada 15 April 2020.

Sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung, 2 orang berbeda yang mengisi jabatan Menteri Kesehatan Brasil mengundurkan diri dari posisinya.

Dikutip dari CNBC, 15 Mei 2020, keduanya adalah Nelson Teich dan Luiz Mandetta.

Alasan Teich dan Mandetta mundur dari posisi tinggi di pemerintahan itu sama, karena tidak sependapat dengan kebijakan yang diambil sang presiden, Jair Bolsonaro, terkait penanganan Covid-19 di negaranya. 

Pertama yang mengundurkan diri adalah Luiz Mandetta, ia mundur akibat tidak setuju dengan keputusan Bolsonaro yang memperluas penggunaan hidroklorokuin juga pendapat sang presiden yang tidak mau menerapkan karantina dan berbagai upaya lain untuk menekan penyebaran wabah.

Setelah ia mundur, maka posisinya digantikan oleh Nelson Teich.

Namun kurang dari sebulan menjabat, Teich mengikuti jejak seniornya untuk meninggalkan posisi Menkes Brasil.

Bolsonaro tidak mengindahkan saran yang diberikan Teich untuk tidak menggunakan hidroklorokuin secara luas. Presiden justru terus mendorong penggunaan jenis obat ini.

Teich juga tidak satu jalan dengan presiden yang kembali membuka perekonomian negara di saat Brasil masih menjadi hotspot Covid-19 di dunia. Bolsonaro mengizinkan pusat kebugaran, salon kecantikan dan potong rambut untuk beroperasi.

Baca juga: Update Virus Corona Global 14 Juni: 7,8 Juta Orang Terinfeksi | Cile Ganti Menteri Kesehatan

7. Chili - Jaime Manalich

Mantan Menteri Kesehatan Chili Jaime Manalich Mantan Menteri Kesehatan Chili Jaime Manalich

Terakhir adalah Menteri Kesehatan Chili Jaime Manalich yang mengundurkan diri dari jajaran pemerintahan pusat negara itu.

Alasan ia mengundurkan diri karena usulannya untuk memberlakukan penguncian wilayah secara terbatas atau dinamis, namun ternyata hal itu tidak berjalan efektif dan justru menimbulkan banyak kasus fatal covid-19 di Chili.

Mengutip Bloomberg, 14 Juni 2020, pemerintah ketika itu akhirnya memberlakukan kuncian penuh untuk semua kota-kota besar yang menjadi pusat wabah.

Sebelumnya, Manalich juga mendukung proposal gagal soal diberikannya kartu kekebalan bagi pasien yang telah sembuh dari infeksi virus corona.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Badai Matahari Mei 2024 Jadi yang Terkuat dalam 20 Tahun Terakhir, Apa Saja Dampaknya?

Badai Matahari Mei 2024 Jadi yang Terkuat dalam 20 Tahun Terakhir, Apa Saja Dampaknya?

Tren
5 Temuan Polisi soal Kondisi Bus yang Kecelakaan di Subang, Bekas AKDP hingga Rangka Berubah

5 Temuan Polisi soal Kondisi Bus yang Kecelakaan di Subang, Bekas AKDP hingga Rangka Berubah

Tren
Nilai Tes Online Rekrutmen BUMN Tiba-tiba Turun di Bawah Standar, Ini Kronologinya

Nilai Tes Online Rekrutmen BUMN Tiba-tiba Turun di Bawah Standar, Ini Kronologinya

Tren
Pakai Cobek dan Ulekan Batu Disebut Picu Batu Ginjal, Ini Faktanya

Pakai Cobek dan Ulekan Batu Disebut Picu Batu Ginjal, Ini Faktanya

Tren
7 Pilihan Ikan Tinggi Zat Besi, Hindari Kurang Darah pada Remaja Putri

7 Pilihan Ikan Tinggi Zat Besi, Hindari Kurang Darah pada Remaja Putri

Tren
Pendaftaran CPNS 2024: Link SSCASN, Jadwal, dan Formasinya

Pendaftaran CPNS 2024: Link SSCASN, Jadwal, dan Formasinya

Tren
6 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam

6 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam

Tren
BMKG Sebut Badai Matahari Ganggu Jaringan Starlink Milik Elon Musk

BMKG Sebut Badai Matahari Ganggu Jaringan Starlink Milik Elon Musk

Tren
Suhu di Semarang Disebut Lebih Panas dari Biasanya, Ini Penyebabnya Menurut BMKG

Suhu di Semarang Disebut Lebih Panas dari Biasanya, Ini Penyebabnya Menurut BMKG

Tren
Selalu Merasa Lapar Sepanjang Hari? Ketahui 12 Penyebabnya

Selalu Merasa Lapar Sepanjang Hari? Ketahui 12 Penyebabnya

Tren
Prakiraan BMKG: Wilayah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 13-14 Mei 2024

Prakiraan BMKG: Wilayah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 13-14 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] UKT dan Uang Pangkal yang Semakin Beratkan Mahasiswa | Kronologi Kecelakaan Bus Subang

[POPULER TREN] UKT dan Uang Pangkal yang Semakin Beratkan Mahasiswa | Kronologi Kecelakaan Bus Subang

Tren
7 Gejala Stroke Ringan yang Sering Diabaikan dan Cara Mencegahnya

7 Gejala Stroke Ringan yang Sering Diabaikan dan Cara Mencegahnya

Tren
Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana, Izin Kendaraan Mati, Pengusaha Harus Dipolisikan

Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana, Izin Kendaraan Mati, Pengusaha Harus Dipolisikan

Tren
8 Tanda Batu Ginjal dan Cara Mencegahnya

8 Tanda Batu Ginjal dan Cara Mencegahnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com