Mengenang Sosok Marsinah, Aktivis Buruh yang Tak Mau Mengalah pada Nasib

Kompas.com - 01/05/2020, 13:28 WIB
Sejumlah buruh anggota Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Cimahi menggelar aksi mengenang 22 tahun Marsinah tewas di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/5/2015). Sampai saat ini, kasus Marsinah, buruh pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur, yang hilang dan ditemukan tewas pada 8 Mei 1993 akibat berjuang menuntut hak para buruh, belum juga diungkap tuntas. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOSejumlah buruh anggota Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Cimahi menggelar aksi mengenang 22 tahun Marsinah tewas di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/5/2015). Sampai saat ini, kasus Marsinah, buruh pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur, yang hilang dan ditemukan tewas pada 8 Mei 1993 akibat berjuang menuntut hak para buruh, belum juga diungkap tuntas.

KOMPAS.com - Tepat hari ini 1 Mei, Hari Buruh Internasional diperingati di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Tidak hanya di luar negeri, peringatan Hari Buruh Indonesia selalu identik dengan aksi atau demo turun ke jalan menyuarakan tuntutan atau pendapatnya.

Peringatan Hari Buruh tahun ini juga membuat media sosial Twitter diramaikan oleh tanda pagar (tagar) #HariBuruh.

Baca juga: Sejarah Hari Buruh di Indonesia, Dulunya Dilarang Kini Jadi Hari Libur Nasional

Bicara soal Hari Buruh di Indonesia tak bisa dilepaskan dari sosok Marsinah. Ia merupakan salah satu aktivis buruh yang menjadi salah satu korban di era Orde Baru.

Marsinah hilang lantaran diculik oleh sekelompok orang, hingga kemudian mayatnya ditemukan di hutan di Dusun Jegong, Desa Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur pada 8 Mei 1993.

Berikut sekilas tentang sosok Marsinah:

Energik dan penuh keberanian

Kelompok yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nasional menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/5/2012). Pada unjuk rasa memperingati kematian buruh Marsinah tersebut, mereka menuntut pengusutan dan pengungkapan tuntas dalang kematian Marsinah. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Kelompok yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nasional menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/5/2012). Pada unjuk rasa memperingati kematian buruh Marsinah tersebut, mereka menuntut pengusutan dan pengungkapan tuntas dalang kematian Marsinah.

Dikutip dari Harian Kompas, 10 November 1993, Marsinah adalah seorang buruh wanita yang bekerja pada PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Perempuan yang sangat energik ini adalah sosok buruh yang progresif dan tidak ingin mengalah begitu saja kepada nasib walaupun lahir dari keluarga tak mampu.

Hal itu ditunjukkannya sejak kecil, ia sudah dididik oleh lingkungan, sehingga jiwanya matang dan penuh keberanian.

Salah satu sisi menarik dari Marsinah adalah dia merupakan seorang yang memiliki hobi membaca dan selalu mendapat juara di sekolahnya.

Namun, bekal juara dan hobi membaca saja tak cukup untuk membuatnya meraih pendidikan hingga bangku perkuliahan.

Baca juga: Pro Kontra Upah Per Jam, Antara Penolakan Buruh dan Dukungan Pengusaha

Karena keterbatasan biaya, Marsinah hanya mampu menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat SLTA.

Kendati demikian, menuntut ilmu terus ia lanjutkan, yaitu melalui jalur nonformal dengan mengikuti kursus Bahasa Inggris dan komputer. Suatu hal yang jarang sekali ditemukan pada kebanyakan buruh wanita pabrik.

Di lingkungan perusahaan di mana dia bekerja, Marsinah merupakan aktivis dalam organisasi buruh SPSI unit kerja PT CPS.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X