UN 2020 Dihapus, FSGI Sebut Fungsi UN Sudah Tak Relevan

Kompas.com - 24/03/2020, 17:35 WIB
Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 8 Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/3/2020). Sebanyak 40.056 siswa SMK yang tersebar di 418 sekolah seSulsel mengikuti UNBK yang dilaksanakan pada 16-19 Maret 2020. ANTARA FOTO/ARNAS PADDASiswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 8 Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/3/2020). Sebanyak 40.056 siswa SMK yang tersebar di 418 sekolah seSulsel mengikuti UNBK yang dilaksanakan pada 16-19 Maret 2020.

KOMPAS.com - Pemerintah telah memutuskan untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) di tahun ini karena wabah virus corona SARS-CoV-2 yang tengah melanda Indonesia.

Peniadaan UN tersebut menjadi penerapan kebijakan social distancing atau pembatasan sosial dalam upaya menekan penyebaran virus corona SARS 2 atau Covid-19.

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim mengatakan, pihaknya mendukung keputusan pemerintah yang meniadakan UN baik jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

"Kami apresiasi dan mendukung keputusan pemerintah meniadakan UN SD-SMA. Ini menjadi langkah strategis di waktu dan kondisi yang tepat & darurat," kata Satriwan kepada Kompas.com, Selasa (24/3/2020) sore.

Menurut dia, pilihan tersebut tepat demi kesehatan dan keselamatan para siswa dan guru, juga sebagai langkah mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: Dukung Pembatalan UN, FSGI Usul Anggarannya untuk Penanganan Covid-19

Fungsi UN sudah tidak relevan

Ia menyampaikan, kedudukan, tujuan, dan fungsi UN sudah tidak relevan, terlebih di tingkat SMA/MA.

"UN SMA tak bermanfaat secara praktis untuk masuk ke jenjang berikutnya, PTN. Sebab masuk PTN bukan dengan nilai hasil UN, melainkan melalui Undangan (Nilai Raport) dan Tes UTBK," ujar dia.

Selain itu, bagi tingkat SD hingga sekolah menengah pertama (SMP), kedudukan, tujuan, dan fungsi UN juga sudah tak relevan karena untuk masuk ke jenjang SMP dan SMA saat ini melalui mekanisme PPDB Zonasi.

PPDB Zonasi ini memiliki tiga jalur yaitu jarak rumah (zona), prestasi siswa (akademik, non-akademik), dan perpindahan orang tua termasuk afirmasi.

Sehingga, lanjut Satriwan, meskipun terdapat jalur prestasi dalam PPDB, prestasi yang dimaksud tak hanya dilihat dari nilai UN saja.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X