Wabah Penyakit Menular Terjadi Setiap 100 Tahun

Kompas.com - 24/03/2020, 12:44 WIB
Ilustrasi pandemi Virus Corona. SHUTTERSTOCKIlustrasi pandemi Virus Corona.


PASTINYA, penerima Anugrah Nobel, Albert Camus yang wafat pada tahun 1960 tidak menduga bahwa sebuah mahakaryanya berupa novel eksistensialis horror berjudul La Peste tentang kematian akibat epidemik menjadi kenyataan pada tahun 2020.

La Peste merupakan ulasan makna kehidupan umat manusia ketika menghadapi wabah penyakit menular yang ganas membinasakan manusia secara massal.

Wabah Sampar

Pada tahun 1720 , wabah sampar melanda kota Marseille, Prancis menewaskan lebih dari seratus ribu para warga di dalam kota pelabuhan di Prancis Selatan tersebut dan sekitarnya.

Dampak sosio-ekonomi cukup signifikan terutama terhadap kolonialisme yang sedang gencar dilakukan ke Afrika, Amerika Latin dan Hindia Barat yang kini disebut sebagai Indonesia.

Baru 25 tahun kemudian, jumlah penduduk Marseille pulih kembali seperti sebelum 1720.

Wabah Kolera

Wabah Kolera pada tahun 1820 berasal dari India kemudian menyebar ke kampir ke seluruh negara Asia termasuk Indonesia.

Ratusan ribu orang tewas akibat wabah Kolera termasuk banyak tentara Inggris sehingga menarik perhatian masyarakat Eropa. Tercatat lebih dari 100.000 mortalitas di Asia akibat wabah Kolera.

Beberapa pihak memperkirakan di Bangkok, Thailand, kemungkinan terjadi 30.000 kematian akibat Wabah Kolera . Sementara itu di kota Semarang, diperkirakan 1.225 orang meninggal dunia.

Wabah Flu Spanyol

Wabah Flu menelan telah banyak korban jiwa ketimbang Perang Dunia I yang telah usai dua tahun sebelum 1920.

Penyebab wabah Flu yang kerap disebut sebagai Flu Spanyol adalah virus flu H1N1 yang telah mengalami mutasi genetikal sehingga jauh lebih berbahaya ketimbang virus flu biasa.

Flu Spanyol menginfeksi lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia, termasuk orang-orang di pulau-pulau Pasifik yang terpencil hingga sampai di Kutub Utara.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

INFOGRAFIK: Waktu yang Tepat untuk Berjemur di Bawah Sinar Matahari

INFOGRAFIK: Waktu yang Tepat untuk Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Tren
28 Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Dibatalkan Selama Sebulan, Ini Daftarnya...

28 Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Dibatalkan Selama Sebulan, Ini Daftarnya...

Tren
Jangan Main-main dengan Virus, Lakukan Beberapa Hal Ini untuk Cegah Tertular Virus Corona

Jangan Main-main dengan Virus, Lakukan Beberapa Hal Ini untuk Cegah Tertular Virus Corona

Tren
[POPULER TREN] Kasus Corona di Jerman | Gejala Infeksi Covid-19 pada Anak

[POPULER TREN] Kasus Corona di Jerman | Gejala Infeksi Covid-19 pada Anak

Tren
Negara Mana Saja yang Belum Melaporkan Kasus Positif Virus Corona?

Negara Mana Saja yang Belum Melaporkan Kasus Positif Virus Corona?

Tren
Suka Gunakan Lipstik Warna Merah? Berikut Sejarahnya, dari Simbol Keberanian hingga Kebebasan

Suka Gunakan Lipstik Warna Merah? Berikut Sejarahnya, dari Simbol Keberanian hingga Kebebasan

Tren
Gambar Peta Karantina, Ini Cerita Seniman Saat Jalani Isolasi

Gambar Peta Karantina, Ini Cerita Seniman Saat Jalani Isolasi

Tren
Mengapa Cacing Keluar ke Permukaan Tanah Setelah Turun Hujan?

Mengapa Cacing Keluar ke Permukaan Tanah Setelah Turun Hujan?

Tren
Daftar 5 Petinggi Dunia yang Positif Virus Corona, dari Boris Johnson hingga Pangeran Charles

Daftar 5 Petinggi Dunia yang Positif Virus Corona, dari Boris Johnson hingga Pangeran Charles

Tren
Lebih dari 21.000 Pemudik Pulang ke Wonogiri, Ini Imbauan Bupati

Lebih dari 21.000 Pemudik Pulang ke Wonogiri, Ini Imbauan Bupati

Tren
Begini Karantina yang Dilakukan China untuk Mencegah Virus Corona

Begini Karantina yang Dilakukan China untuk Mencegah Virus Corona

Tren
Hindari Corona, Para Ahli Sarankan Ganti Lensa Kontak dengan Kacamata

Hindari Corona, Para Ahli Sarankan Ganti Lensa Kontak dengan Kacamata

Tren
Seekor Kucing di Belgia Ditemukan Terinfeksi Virus Corona

Seekor Kucing di Belgia Ditemukan Terinfeksi Virus Corona

Tren
Pasien Covid-19 Tembus 1.155 Orang, Korsel Prioritaskan Ekspor Test Kit Corona ke Indonesia

Pasien Covid-19 Tembus 1.155 Orang, Korsel Prioritaskan Ekspor Test Kit Corona ke Indonesia

Tren
Cegah Corona, Cuci Tangan dengan Sabun Lebih Baik dari Hand Sanitizer

Cegah Corona, Cuci Tangan dengan Sabun Lebih Baik dari Hand Sanitizer

Tren
komentar
Close Ads X