Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Trombosit? Berikut Pengertian dan Fungsinya

Kompas.com - 22/04/2024, 11:00 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Trombosit adalah salah satu dari tiga jenis sel darah, di mana dua lainnya adalah sel darah merah dan sel darah putih.

Trombosit, yang juga dikenal dengan nama platelet, terbentuk di sumsum tulang dari sel yang dikenal sebagai megakariosit.

Memiliki trombosit yang terlalu banyak, terlalu sedikit, atau trombosit yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya dapat menyebabkan masalah bagi tubuh.

Dan biasanya, memeriksa jumlah trombosit dalam darah dapat membantu mendiagnosis terkait penyakit atau kondisi tertentu.

Baca juga: Manfaat Mengonsumsi Kubis untuk Menurunkan Tekanan Darah


Pengertian trombosit

Trombosit adalah sepotong kecil sel berbentuk cakram yang ditemukan di darah dan limpa, menurut National Cancer Institute NIH.

Sebagaimana telah disebutkan, darah mengandung banyak jenis sel, yakni sel darah putih (monosit, limfosit, neutrofil, eosinofil, basofil, dan makrofag), sel darah merah (eritrosit), dan juga trombosit.

Dilansir dari laman Britannica, trombosit adalah sel terkecil dalam darah, dengan diameter rata-rata sekitar 2 hingga 4 mikrometer.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Fungsi Sel Darah Merah dan Darah Putih

Seperti sel darah merah, mereka tidak memiliki inti dan tidak mampu membelah sel (mitosis), namun mereka memiliki metabolisme dan struktur internal yang lebih kompleks daripada sel darah merah.

Jika dilihat pada darah segar, mereka tampak bulat, namun cenderung mengeluarkan filamen mirip rambut dari membrannya.

Trombosit menempel satu sama lain tetapi tidak pada sel darah merah dan sel darah putih. Butiran kecil di dalam trombosit mengandung zat penting untuk aktivitasnya yang meningkatkan pembekuan darah.

Baca juga: 5 Air Rebusan Bahan Alami untuk Menurunkan Gula Darah

Fungsi trombosit dalam tubuh

Fungsi utama trombosit adalah membantu membentuk pembekuan darah untuk memperlambat atau menghentikan pendarahan dan membantu penyembuhan luka.

Ketika pembuluh darah robek, trombosit akan saling menempel membentuk gumpalan, menyumbat robekan untuk menghentikan pendarahan.

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini 5 Tanda Tersembunyi Anda Memiliki Tekanan Darah Rendah

Dikutip dari laman Verywell Health, trombosit membentuk gumpalan melalui proses multi-langkah yang meliputi:

1. Tahap adhesi

Ini adalah tahapan pertama di mana trombosit bergegas ke tempat yang mengalami pendarahan, misalnya jari Anda tergores dan pembuluh darahnya pecah.

Untuk menghentikan aliran darah, trombosit dalam pembuluh darah yang pecah mulai menempel pada lokasi cedera, kemudian mengirimkan sinyal kimia untuk bantuan.

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini Potensi Khasiat Lidah Buaya untuk Turunkan Darah Tinggi

2. Tahap agregasi

Pada tahapan berikutnya ini, lebih banyak trombosit menjawab panggilan bantuan tersebut dan mulai terhubung satu sama lain untuk membentuk gumpalan.

3. Tahap koagulasi

Ketika trombosit menumpuk di lokasi luka, mereka menutup pembuluh darah yang disebut kaskade koagulasi.

Protein struktural yang dikenal sebagai fibrin bergabung dengan trombosit untuk menyatukan bekuan darah. Fibrin inilah yang membentuk keropeng pada luka.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

7 Penyebab Sembelit pada Kucing Peliharaan, Pemilik Wajib Tahu

7 Penyebab Sembelit pada Kucing Peliharaan, Pemilik Wajib Tahu

Tren
Ramai Keluhan SPBU Eror untuk Isi Pertalite dan Biosolar, Pertamina Jelaskan Penyebabnya

Ramai Keluhan SPBU Eror untuk Isi Pertalite dan Biosolar, Pertamina Jelaskan Penyebabnya

Tren
Daftar Negara yang Memiliki Hak Veto di Dewan Keamanan PBB

Daftar Negara yang Memiliki Hak Veto di Dewan Keamanan PBB

Tren
Bisakah Peserta BPJS Kesehatan Langsung Berobat ke Rumah Sakit Tanpa Rujukan?

Bisakah Peserta BPJS Kesehatan Langsung Berobat ke Rumah Sakit Tanpa Rujukan?

Tren
Buntut Film Dokumenter “Burning Sun”, Stasiun TV Korsel KBS Ancam Tuntut BBC

Buntut Film Dokumenter “Burning Sun”, Stasiun TV Korsel KBS Ancam Tuntut BBC

Tren
8 Perawatan Gigi yang Ditanggung BPJS Kesehatan 2024, Termasuk Scaling

8 Perawatan Gigi yang Ditanggung BPJS Kesehatan 2024, Termasuk Scaling

Tren
Gagal Tes BUMN karena Tidak Memenuhi Syarat atau Terindikasi Curang, Apa Penyebabnya?

Gagal Tes BUMN karena Tidak Memenuhi Syarat atau Terindikasi Curang, Apa Penyebabnya?

Tren
Berada di Tingkat yang Sama, Apa Perbedaan Kabupaten dan Kota?

Berada di Tingkat yang Sama, Apa Perbedaan Kabupaten dan Kota?

Tren
Biaya Kuliah UGM Jalur Mandiri 2024/2025, Ada IPI atau Uang Pangkal

Biaya Kuliah UGM Jalur Mandiri 2024/2025, Ada IPI atau Uang Pangkal

Tren
Irlandia, Spanyol, dan Norwegia Akui Negara Palestina, Israel Marah dan Tarik Duta Besar

Irlandia, Spanyol, dan Norwegia Akui Negara Palestina, Israel Marah dan Tarik Duta Besar

Tren
Ramai soal Salah Paham Beli Bensin di SPBU karena Sebut Nilai Oktan, Ini Kata Pertamina

Ramai soal Salah Paham Beli Bensin di SPBU karena Sebut Nilai Oktan, Ini Kata Pertamina

Tren
Penjelasan UGM soal UKT Ujian Mandiri UGM 2024 Ada Biaya Uang Pangkal

Penjelasan UGM soal UKT Ujian Mandiri UGM 2024 Ada Biaya Uang Pangkal

Tren
Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur Malam Ini, Pukul Berapa?

Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur Malam Ini, Pukul Berapa?

Tren
Thrifting demi Flexing? Psikografi dan Sisi Lain Penggemar Barang Bekas

Thrifting demi Flexing? Psikografi dan Sisi Lain Penggemar Barang Bekas

Tren
3 Cara Menampilkan Tayangan YouTube dari Ponsel ke Smart TV

3 Cara Menampilkan Tayangan YouTube dari Ponsel ke Smart TV

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com