Viral Atap Malioboro Mall Disebut Ambrol, Ini Penjelasannya...

Kompas.com - 24/02/2020, 20:10 WIB
Atap Malioboro Mall disebut ambrol Tangkapan Layar TwitterAtap Malioboro Mall disebut ambrol

KOMPAS.com - Sebuah postingan viral mengenai atap Mall Malioboro yang disebut runtuh ramai di media sosial twitter.

Postingan tersebut diunggah oleh beberapa netizen di media sosial Twitter salah satunya akun @Jogja24Jam

"BREAKING NEWS !
Atap salah satu mall di Jogja ambrol lur..
Sementara belum ada keterangan resmi dari pihak mall..
Ada yang di TKP?

Video kiriman moms_inna
#malljogja #Jogja24Jam" tulisnya.

Sampai dengan hari ini postingan tersebut telah disukai sebanyak lebih dari 880 akun dan dibagikan ulang lebih dari 977 kali.

Terkait hal tersebut Kompas.com menghubungi Eunike Satyarini selaku Marketing & Promotion Malioboro Mall

Saat dihubungi, Eunike mengatakan bahwa yang roboh bukanlah atap.

"Bukan (atap). Plafon," jelasnya saat dihubungi Kompas.com Senin (24/02/2020)

Eunike mengatakan kejadian tersebut bermula dari kebocoran di salah satu plafon lantai 3 Mall Malioboro di area food court sekitar pukul 15.20 WIB.

"Sesudahnya, mendadak plafon ambrol dan air melimpah dari lubang plafon yang berbahan gypsum ke lantai atrium timur dan mengenai eskalator," ujarnya.

Baca juga: Pipa Pembuangan Air Lepas, Plafon Mall Malioboro Jebol

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tren Kematian karena Covid-19 di Rumah Sakit Inggris Turun, Ini Penyebabnya Menurut Peneliti

Tren Kematian karena Covid-19 di Rumah Sakit Inggris Turun, Ini Penyebabnya Menurut Peneliti

Tren
Gelombang IV Kartu Prakerja Dibuka Akhir Juli, Ini Jumlah Kuota Pesertanya

Gelombang IV Kartu Prakerja Dibuka Akhir Juli, Ini Jumlah Kuota Pesertanya

Tren
Mengenal 4 Metode Pooling Test Covid-19, Disebut Bisa Hemat Waktu dan Uang

Mengenal 4 Metode Pooling Test Covid-19, Disebut Bisa Hemat Waktu dan Uang

Tren
Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Sembelih Hewan Kurban Ketika Pandemi Corona

Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Sembelih Hewan Kurban Ketika Pandemi Corona

Tren
14 Dokter Meninggal dalam Sepekan, Kenapa Banyak Nakes Terinfeksi Covid-19?

14 Dokter Meninggal dalam Sepekan, Kenapa Banyak Nakes Terinfeksi Covid-19?

Tren
Catatan WHO Soal Covid-19 di Indonesia: Kapasitas Tes Masih Rendah

Catatan WHO Soal Covid-19 di Indonesia: Kapasitas Tes Masih Rendah

Tren
Solo Disebut Zona Hitam, Ini Catatan Penanganan Virus Corona di Surakarta

Solo Disebut Zona Hitam, Ini Catatan Penanganan Virus Corona di Surakarta

Tren
Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, Masyarakat Turki Sambut Azan Pertama

Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, Masyarakat Turki Sambut Azan Pertama

Tren
Mengenal Secapa, Klaster 1.280 Orang Terinfeksi Virus Corona

Mengenal Secapa, Klaster 1.280 Orang Terinfeksi Virus Corona

Tren
10 Juta Anak Mungkin Tak Bisa Kembali ke Sekolah Setelah Pandemi Covid-19...

10 Juta Anak Mungkin Tak Bisa Kembali ke Sekolah Setelah Pandemi Covid-19...

Tren
Membandingkan Tes Covid-19 di Indonesia dan Dampaknya bagi Penyebaran Virus

Membandingkan Tes Covid-19 di Indonesia dan Dampaknya bagi Penyebaran Virus

Tren
Hari Pertama Sekolah, Pembelajaran Jarak Jauh yang Penuh Tantangan

Hari Pertama Sekolah, Pembelajaran Jarak Jauh yang Penuh Tantangan

Tren
Kenestapaan ABK Indonesia di Kapal China: Tak Digaji, Disiksa, hingga Dilarung

Kenestapaan ABK Indonesia di Kapal China: Tak Digaji, Disiksa, hingga Dilarung

Tren
Konsumen Misterius Beri Tip Rp 14 Juta untuk Pegawai Restoran yang Bekerja di Tengah Pandemi

Konsumen Misterius Beri Tip Rp 14 Juta untuk Pegawai Restoran yang Bekerja di Tengah Pandemi

Tren
Dapat 56 Juta Dollar AS dari Norwegia, Benarkah Emisi Karbon Indonesia Dikatakan Turun?

Dapat 56 Juta Dollar AS dari Norwegia, Benarkah Emisi Karbon Indonesia Dikatakan Turun?

Tren
komentar
Close Ads X