Warga Wuhan Tolak Karantina Virus Corona: "Lebih Baik Kami Mati di Rumah..."

Kompas.com - 05/02/2020, 18:45 WIB
Seorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020). AFP/HECTOR RETAMALSeorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020).

KOMPAS.com - Sebuah kisah datang dari para penduduk daratan China yang kotanya diisolasi dan sebagian harus menjalani karantina.

Salah satunya Wang, seorang ibu rumah tangga berusia 33 tahun. Keluarga Wang masih tinggal di kota tersebut sejak mulai diberlakukan isolasi tanggal 23 Januari lalu. 

Melansir BBC, Wang pun mengungkapkan kisahnya selama menjalani masa isolasi di Kota Wuhan

Wang lalu mengisahkan pamannya yang telah meninggal, ayahnya yang berada dalam kondisi kritis, serta ibu dan tantenya yang mulai menunjukkan gejala virus corona.

Baca juga: A-Z Informasi Dasar Wabah Virus Corona

Berdasarkan hasil CT scan, paru-paru mereka terinfeksi. Saudara laki-lakinya juga telah mengalami batuk-batuk dan kesulitan pernapasan.

"Ayah demam tinggi. Suhu tubuhnya mencapai 39,3 derajat celsius. Dia terus batuk dan kesulitan bernapas. Kami menggunakan mesin oksigen di rumah dan dia bergantung pada alat tersebut 24 jam," ungkap Wang.

Sementara, ibu dan tantenya setiap hari pergi ke rumah sakit dengan harapan memperoleh kamar untuk ayahnya terlepas dari kondisi mereka sendiri.

Namun, tidak ada rumah sakit yang mau menerimanya.

Baca juga: Kata Dirut Bio Farma, Ini Cara Paling Ampuh Cegah Virus Corona

Kondisi di karantina

Wang mengatakan bahwa pamannya meninggal di titik karantina karena tidak adanya fasilitas medis untuk orang-orang dengan gejala yang parah.

"Saya sangat berharap ayah dapat memperoleh perawatan yang lebih baik tetapi tidak ada yang menghubungi atau membantu kami saat ini," tutur Wang. 

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X